Faskes Dilarang Ambil Tarif Rapid Antigen di Atas Standar Harga

H. Usman Hadi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kota Mataram melarang fasilitas kesehatan mengambil tarif rapid antigen di atas standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Meski tidak dijatuhkan sanksi, masyarakat akan menilai dan perlahan meninggalkan faskes tersebut.

Tarif maksimal rapid antigen dan swab polymerase chain reaction (PCR) ditetapkan berdasarkan surat edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02 02/1/3065/2021 tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan rapid diagnostic tes antigen.

Iklan

Dalam pelayanan pemeriksaan kesehatan rapid antigen oleh fasilitas kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi dikonfirmasi, Selasa, 7 September 2021 harus mengacu pada surat edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan pada Kementerian Kesehatan. Biaya swab antigen dikenakan Rp109 ribu dan PCR dikenakan tarif maksimal Rp525 ribu. “Jadi tidak boleh lebih dari tarif tertinggi ditetapkan pemerintah,” kata Usman.

Usman menyebutkan, fasilitas kesehatan dan faskes lainnya yang melayani swab antigen di Kota Mataram sejumlah 32 tempat. Dalam ketentuan tarif itu juga, Dinas Kesehatan Provinsi NTB juga mengeluarkan surat edaran yang harus dipedomani oleh faskes.

Adapun faskes yang mengenakan tarif di bawah Rp100 ribu tidak jadi masalah. Hal itu menjadi pilihan tetapi harus tetap mengacu pada standar harga tertinggi yang ditetapkan pemerintah. “Jadi silakan saja walaupun ada yang di bawah Rp100 ribu. Yang penting tidak boleh di atas tarif maksimal,” ujarnya.

Meski tidak menyediakan sanksi apapun apabila faskes mengenakan tarif swab antigen di atas ketentuan maksimal. Tetapi masyarakat akan menilai dan membandingkan sendiri tarif yang dikenakan faskes satu dengan faskes lainnya. Secara perlahan faskes tersebut akan ditinggalkan oleh masyarakat. “Biarkan saja. Nanti masyarakat yang menghukum sendiri,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kota Mataram, Lalu Martawang tidak mempermasalahkan penetapan tarif maksimal swab antigen maupun PCR bagi masyarakat. Pihaknya akan mengikuti keputusan pemerintah pusat demi mempermudah pelayanan kepada masyarakat. “ Tidak ada masalah. Kita ikuti sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” timpalnya. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional