Fasilitator Pembangunan Rumah Tahan Gempa Masih Kurang

Ilustrasi Fasilitator Pembangunan Rumah Tahan Gempa (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Lamanya pembuatan rumah tahan gempa warga di Kota Mataram dikeluhkan. Namun Dinas Pekerjaan Umum tidak dapat berbuat banyak. Sebab tugasnya hanya melakukan pendampingan secara teknis saja.

“Kalau kita hanya bisa berikan pendampingan teknis saja. Sebab fasilitator dan aplikator itu langsung dari Kementerian ditugaskan. Jumlahnya hanya 14 orang, jelas masih kurang,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura.

Iklan

Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat membantu untuk pengerjaan yang lain. Hanya hal-hal teknis saja seperti desain dan RAB saja. Itu pun harus terlebih dahulu didampingi oleh fasilitator yang dari kementerian. “Kalau ada warga yang ingin konsultasi silakan saja. Tapi kami tidak bisa bantu untuk pembuatan desain awalnya dan RAB-nya, kami hanya sebatas untuk konsultasi saja,” ujarnya.

Pihaknya sudah menyiapkan 10 orang tenaga di bidang Cipta Karya untuk membantu warga yang ingin melakukan konsultasi. Terutama bagi warga yang ingin melakukan konsultasi soal desain rumah yang ingin dibangun.

“Kita siapkan petugas kita ada 10 orang untum layani konsultasi warga. Kalau membantu untuk pembangunan sendiri kami tidak bisa. Karena itu sudah diatur yang bertugas adalah aplikator yang dari kementerian,” ujarnya.

Sejauh ini belum ada solusi yang tepat terkait persoalan masih kurangnya jumlah fasilitator dan aplikator pembuatan rumah tahan gempa ini. Baik itu warga maupun Pemkot sama-sama mengeluhkan kondisi ini. Namun Pemprov belum memberikan jawaban atau solusi. Padahal sekarang sudah memasuki musim hujan. Sehingga pengerjaan rumah tahan gempa itu diharapkan bisa lebih dipercepat.

“Sekali lagi, kita hanya bantu untuk pengecekan gambar dan RAB. Setelah itu selesai, baru diserahkan ke PPK untuk pencairan dana,” ujarnya. (lin)