Fase Tidak Normal, Madrasah Harus Terus Berinovasi

Guru-guru MTSN 2 Loteng mengikuti workshop untuk mendapatkan pengetahuan baru terkait model pembelajaran di masa pandemi ini. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – MTs Negeri 2 Lombok Tengah (Loteng) menjadi salah satu madrasah yang cepat mengambil inisiatif dalam rangka melaksanakan kegiatan pembelajaran di situasi yang tidak normal ini.

Berbagai strategi dilakukan madrasah ini menyambut fase transisi dalam kegiatan belajar mengajar di madrasah. Inovasi-inovasi terkait dengan model  atau design pembelajaran bagi siswa-siswi.

Iklan

Kepala MTs Negeri 2 Lombok Tengah  Masdiono, menyebut beragam cara pihaknya siapkan untuk beradaptasi dengan situasi sekarang. Belum lama ini misalnya, dilakukan kegiatan Workshop Kurikulum pada 23 Juli lalu guna mempersiapkan model pembelajaran masa transisi.

Menurutnya, workshop yang telah dilakukan bertujuan  untuk memenuhi kebutuhan dewan guru dalam mempersiapkan materi ajar atau model pembelajaran di masa transisi.  Termasuk, ketika memasuki  new normal pada bulan September mendatang.

Situasi yang belum berubah akibat pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai macam perubahan pola belajar. Para guru penting mendapatkan pengetahuan baru terkait hal ini.  ”Mengingat saat ini kita masih dalam situasi tidak normal, maka kebutuhan akan pengetahuan bapak Ibu guru terkait model pembelajaran sangat penting dan mendesak,” ujarnya.

Sehingga pelaksanaan berbagai kegiatan seperti workshop tersebut diharapkan menjadi ladang atau momen yang sangat tepat bagi para guru dalam mendesign kurikulum maupun model pembelajaran. (dys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here