Farouk Singgung Kekuatan Tak Terlihat di Balik Kisruh DPD

Mataram (Suara NTB) – Senator asal Daerah Pemilihan NTB, Prof. Farouk Muhammad menegaskan jabatannya sebagai Wakil Ketua DPD RI tidak terganggu dengan adanya pelantikan Pimpinan DPD RI yang digelar beberapa waktu lalu. Farouk menegaskan, adanya kekuatan yang tak terlihat di balik kisruh kepemimpinan DPD RI saat ini.

Hal itu disampaikan Farouk Muhammad saat dikonfirmasi Suara NTB terkait kisruh seputar kepemimpinan DPD RI yang memuncak dengan dilantiknya Oesma Sapta Odang (OSO) dan dua wakilnya oleh Mahkamah Agung (MA), Selasa (4/4) malam.

Iklan

Dalam rilis yang diterima Suara NTB, Farouk menegaskan bahwa ia sudah berupaya bersurat kepada MA agar tidak melantik Pimpinan DPD yang terpilih dalam sidang paripurna, pada Senin (3/4).

Pasalnya, proses pemilihan OSO dan dua rekannya itu hanya dihadiri oleh 57 anggota DPD. Prosedur pelaksanaannya juga dianggap berlangsung secara ilegal. Namun, upayanya bersurat ini gagal karena ia tidak mendapatkan akses menemui petinggi MA.

Dengan adanya kepemimpinan DPD oleh OSO, Farouk tak menampik bahwa saat ini kepemimpinan DPD RI tengah berada dalam dualisme.

Pelantikan OSO dinilai telah menciderai proses hukum yang seharusnya ditegakkan oleh MA. Sebab, menurut Farouk, MA sendiri telah membatalkan Tata Tertib DPD Nomor 1 tahun 2016 dan nomor 1 tahun 2017 yang memuat aturan menyangkut durasi jabatan pimpinan DPD selama 2,5 tahun. Dengan dibatalkannya tata tertib tersebut, maka sudah tentu pemilihan pimpinan baru tidak digelar di DPD RI.

Pembatalan oleh MA itu sendiri secara otomatis meneguhkan Keputusan DPD Nomor 02/DPD RI/I/2014-2015 yang menjadi landasan bagi kepemimpinan trio Muhammad Saleh, GKR Hemas dan Farouk Muhammad sepanjang masa jabatan 2014-2019.

Sikap MA ini, menurut Farouk memang ganjil. Terlebih, beberapa waktu lalu, Farouk juga mengungkapkan dirinya sempat mengetahui adanya pertemuan antara loyalis OSO dengan sejumlah petinggi MA. Pertemuan ini tak urung mencuatkan adanya permainan dari kekuatan yang tak terlihat di balik kisruh kepemimpinan DPD RI ini.

“Ini kita harus lihat juga apakah hanya sekedar persoalan hukum atau apakah ada invinsible hand di balik semua ini yang terjadi sehingga ada keputusan hukum. Kita juga akan lihat ke depan,” tegas Farouk. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here