Farouk Muhammad Daftar Cagub

Mataram (suarantb.com) – Politisi kelahiran Bima, H. Farouk Muhammad mantap maju sebagai bakal calon gubernur NTB. Ini ditandai dengan pengembalian formulir pendaftaran Partai Amanat Nasional (PAN) yang dilakukannya hari ini, Sabtu, 13 Mei 2017.

 

Iklan

Ditemui di Kantor DPD PAN, Farouk menceritakan alasannya maju sebagai bacagub. Selain keinginan pribadi, ia menyebutkan pula adanya aspirasi dari masyarakat yang mendukungnya.

“Mereka membutuhkan figur-figur yang mungkin mereka menemukan ada dalam pribadi saya. Yang mungkin cocok untuk masyarakat NTB. Akhirnya saya terpanggil juga setelah melalui beberapa proses saya membulatkan diri untuk ikut mendaftar,” ungkapnya.

Terkait asal usulnya yang bukan berasal dari Pulau Lombok, Farouk mengaku tetap optimis. Terlebih ia mengaku justru mendapatkan banyak aspirasi datang dari masyarakat Pulau Lombok, bukan Pulau Sumbawa. Meski biasanya yang berhasil menduduki tahta Gubernur adalah warga asal Lombok.

“Jadi selama ini kan ada kekhawatiran tidak bisa dari Pulau Sumbawa, tapi saya yakin juga setelah melihat fakta ini banyak aspirasi datang dari Pulau Lombok. Orang-orang Pulau Lombok sendiri yang justru mengusul meminta,” terangnya.

Perihal asal usul ditekankan politisi Nasdem ini harusnya tidak perlu diperdebatkan. Penerus TGB hanya perlu memastikan keakraban antara tiga suku besar di NTB tetap terjaga.

Pengembalian formulir pendaftaran PAN ini diakui Farouk merupakan pengembalian pertama. Setelah dari PAN ia melanjutkan ke PKB. Baru dua pada partai inilah ia mengambil formulir pendaftaran dan membulatkan tekad mendaftar.

“Ini pengembalian formulir pertama, saya sudah ambil di PAN dan PKB yang lain belum. PKS baru komunikasi, Gerindra juga begitu tapi belum intens. Masih kita bismillahirrahmanirahim masuk lewat pintu PAN,” sahutnya sambil menyunggingkan senyum.

Alasan lain yang dikemukakan politisi kelahiran 1949 ini maju sebagai bacagub adalah hasil survei. Menurutnya, ia berhasil masuk dalam rangking empat besar. Padahal ia belum melakukan sosialisasi ke masyarakat dan belum memasang spanduk seperti bacagub lainnya.

“Spanduk katanya ada juga, tapi dipasang oleh warga bukan oleh saya. Memang waktu itu saya tantang begitu, kalau menghendaki begitu ya sudah. Akhirnya dipasang juga,” ucapnya. (ros)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional