Farouk Muhammad Belum Tertarik Jalur Independen

Mataram (Suara NTB) – Bakal Calon Gubernur NTB, Farouk  Muhammad menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum terpikir untuk mendaftar melalui jalur perorangan (independen). Melainkan ia masih berjuang untuk maju lewat jalur dukungan partai politik.

Ditegaskan Farouk, ia lebih memilih fokus mengikuti penjaringan bacagub/bacawagub di partai politik dan mencari kendaraan  sebagai  syarat  untuk maju di Pilgub 2018 mendatang dari pada banting setir menggunakan jalur independen.

Iklan

“Saya memang belum memiliki partai. Namun, bukan berarti saya akan mendaftar di jalur independen,” tegasnya.

Menurutnya, jalur independen dirasakannya cukup berat, sebab mengumpulkan syarat dukungan yang  dibuktikan dengan KTP sebanyak 300 ribu lebih, bukan hal mudah. Untuk itu ia tetap istiqomah menggunakan  jalur parpol. Ia menuturkan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik.

“Karena kan tidak gampang kalau maju melalui  jalur independen itu,” ucapnya.

Pria yang Saat ini menjabat sebagai Anggota  DPD RI dari dapil NTB ini juga mengatakan, dirinya masih berharap bisa maju di Pilkada NTB melalui  jalur  partai  politik  tanpa harus menjadi kader partai.

Maka dari itu ia mendaftar ke beberapa  parpol seperti Demokrat, PPP,  Hanura,  PAN. Ia juga mengaku bergeming dengan figur lain yang sudah dan berpotensi untuk dipilih oleh partai karena dianggap lebih memiliki elektabilitas lebih tinggi dibandingkan dirinya berdasar hasil survei.

Namun demikian, waktu Pilkada yang masih cukup lama, cukup untuk melakukan sosialisasi dan memperkenalkan diri kepada   masyarakat.

Ia juga membenarkan hasil survei yang dilakukan beberapa  waktu  lalu oleh Polmark yang berlangsung rentang waktu 19-24 Agustus 2017.

Data elektabilitas tokoh potensial bakal calon gubernur NTB yang ditunjukkan oleh Survei Polmark hasilnya tidak jauh berbeda dengan rilis lembaga survei yang ada untuk posisi papan atas (tiga besar) dengan perolehan di atas 10 persen, yaitu Ahyar Abduh (15,8 persen), Muh. Suhaili FT (15,3 persen ), Ali Bin Dachlan (12,8 persen ).

Data survei itu menyisakan pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 41,6 persen. “Jadi saya masih punya nama di masyarakat, orang yang kenal saya pasti suka dan memilih saya, Insya Allah, kami optimis pasti akan naik,” pungkasnya. (ndi)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional