Farouk Minta Pemerintah Lebih Tegas kepada Myanmar

Mataram (Suara NTB) – Senator DPD RI asal NTB, Prof. H. Farouk Muhammad, menyerukan pentingnya sikap tegas pemerintah pusat terhadap meletusnya tragedi Rohingnya di Myanmar. Menurut Farouk, pemerintah haruslah berani membawa persoalan ini ke lingkup ASEAN demi menyudahi konflik ini.

“Kita perlu menekan pemerintah agar membawa persoalan ini bersama ASEAN. Kalau perlu, membawa PBB untuk terus menekan dan supaya ada sikap tegas terhadap pemerintah Myanmar,” ujar senator yang pernah menjabat Kapolda NTB ini.

Iklan

Menurut Farouk, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia seharusnya memainkan peranan kunci dalam mengakhiri tragedi ini. Ia menilai, Indonesia seharusnya menjadi yang terdepan dalam proses advokasi terhadap para pengungsi Rohingya yang saat ini disebut sebagai etnis paling teraniaya di dunia.

Farouk menegaskan, kalaupun pemerintah kesulitan memainkan peranan dalam percaturan politik kawasan, hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan memperhatikan kondisi pengungsi Rohingnya di Indonesia. Saat ini, diperkirakan jumlah pengungsi Rohingya telah mencapai lebih dari 4.000 jiwa.

“Paling tidak, kalaupun Pemerintah Republik Indonesia kesulitan memainkan peranan di tingkat kawasan atau di ASEAN, pengungsi di negeri kita ini diperhatikan kondisinya. Jangan sampai mereka ini kembali diperlakukan dengan buruk di negara kita,” tegas Farouk.

Farouk juga menyesalkan sikap pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi yang seolah membiarkan terjadinya aksi kekerasan, penganiayaan dan pembantaian terhadap etnis Rohingnya. Menurutnya, sikap yang diperlihatkan Suu Kyi sebagai seorang penerima nobel perdamaian sangat sulit untuk diterima.

Karenanya, ia pun menilai wajar jika ada begitu banyak tekanan dari tokoh-tokoh lainnya untuk mencabut nobel perdamaian yang pernah dianugerahkan kepadanya.

Farouk mengakui bahwa saat ini pemerintah juga mungkin telah melakukan serangkaian upaya untuk meredam konflik tersebut. Namun, menurutnya, upaya ini haruslah bersifat aktif, disertai dengan upaya nyata merangkul dukungan negara-negara lain yang tergabung dalam ASEAN, bahkan PBB.

Ia juga menyambut baik pertemuan dengan otoritas Myanmar yang saat ini tengah diupayakan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Namun, Farouk menggarisbawahi bahwa pertemuan itu tidak boleh hanya menjadi sebatas pertemuan yang tidak menghasilkan solusi nyata.

Kepada seluruh masyarakat NTB, Farouk juga menyerukan agar dukungan terhadap pengungsi Rohingya terus diperkuat. Apapun latar belakang atau asal-usul kita, menurut Farouk tidak boleh menjadi penghalang dalam membela hak-hak etnis Rohingnya. Apapun bentuknya, Farouk menilai dukungan dan perhatian terhadap pengungsi Rohingya tetap harus diupayakan demi meringankan penderitaan mereka.

“Ini adalah tragedi kemanusiaan. Maka dukungan terhadap etnis Rohingnya tidak boleh dibatasi pada asal-usul etnis atau agama. Ini harus menjadi concern dari seluruh umat manusia, termasuk juga di NTB. Sepanjang kita masih menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya. (aan/*)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional