Fakta Persidangan Jadi Modal Jaksa Usut Kasus BPR

Mataram (Suara NTB) – Beragam fakta terungkap dalam  rangkaian sidang kasus dugaan korupsi PT. BPR NTB. Tim kuasa hukum terdakwa mengulas sejumlah fakta yang didorong bisa jadi dasar Kejati NTB untuk mengusut peran pelaku lain.

‘’Jelas bahwa fakta persidangan ini kita harapkan jadi rujukan Kejati NTB mengusut kasus ini,’’ kata terdakwa M. Ikhwan  melalui kuasa hukumnya Dr. Umaiyah, SH.,MH Sabtu (30/6).

Iklan

Beberapa pokok keterangan saksi yang dihadirkan menurutnya membeberkan informasi dan data penguat tentang aliran dana, baik yang diduga mengalir  ke oknum anggota DPRD NTB dan ke oknum pejabat Pemprov NTB.

Mulai dari pemeriksaan Senin, 25 Juni 2018 lalu, Husni SE selaku Direktur Utama Bank BPR NTB Lombok Barat sebagai Sekretaris dalam Tim Konsolidasi Bank BPR NTB se NTB.

Bahwa menurutnya saksi mengakui  telah mengantarkan dana ke oknum pejabat Pemprov NTB bersama H. Lalu  Syamsuddin Kasubag Perusda dan BUMD. Uang  dari bendahara Dende Suci Hartiani, SE.

Saksi juga mengakui adanya permintaan uang sebesar Rp. 50 juta pada bendahara dan dibawa ke Surabaya untuk diberikan kepada oknum anggota Dewan.

Saksi juga menandatangani Surat Pernyataan Pinjaman Uang Sebesar Rp. 150.000.000 yang format suratnya dibuat oleh Wakil Ketua Konsolidasi Mutawali,SH.

Lalu Syamsuddin, Kasubag Perusda dan BUMDdan bertugas sebagai koordinator dalam Tim Konsolidasi Bank BPR NTB se NTB juga memberi kesaksian.

Ia mengakui mengambil uang. Saksi  tidak berani menolak perintah, karena oknum pejabat itu atasan saksi. Atas dasar keterangan itu, Umaiyah berharap Kejati NTB melalui Bidang Pidsus tidak tinggal diam. Sebagaimana desakan sejak awal, bahwa ada yang lebih bertanggung jawab dalam kasus ini untuk diproses hukum.

“Itu harapan kami sejak awal, proses pemilik saham karena mereka yang bertanggungjawab sehingga klien kami dipidana,” tegasnya.

Juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH sebelumnya meyakinkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan persidangan BPR. Semua informasi dan data yang kemungkinan bisa jadikan rujukan, akan jadi dasar pengembangan penyelidikan ke pihak lain. (ars)