Fahri Hamzah : Kasus TGB Berkontribusi pada Kemenangan Anies-Sandi

Mataram (suarantb.com) – Ditemui dalam acara peluncuran buku karya mantan Wagub NTB, Badrul Munir di Taman Budaya Mataram, Sabtu, 22 April 2017, Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Fahri Hamzah menyatakan kasus TGB berkontribusi pada kemenangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI.

“Ada soal yang tidak kita duga-duga, tapi kita bersyukur bahwa apa yang terjadi pada TGB itu sebetulnya berkontribusi pada menangnya Anies-Sandi. Dan itu dikatakan oleh banyak pengamat,” ungkapnya.

Iklan

Menurut pandangan Fahri, warga NTB sebenarnya memiliki peranan penting atau disebutnya sebagai pencipta tren di dunia. Seperti sikap TGB yang terkenal santun, yang membuat terharu banyak orang. Sifat TGB inilah yang membuat kasusnya menjadi atensi banyak pihak.

Adanya kasus yang menyeret nama TGB ini, menurut Fahri bisa mengangkat nama TGB sebagai tokoh anti rasialisme. “Saya kira TGB ini bisa menjadi tokoh anti rasialisme yang harus kita jaga. Supaya peran-peran sejarah dia untuk selanjutnya itu bisa dijaga dan dipertahankan,” paparnya.

Termasuk dengan segera menyelesaikan kasus dugaan penghinaan yang menimpanya tersebut. “Itu menjadi salah satu problem yang belum selesai soal rasialisme dan hubungan antara etnis dan agama di Indonesia, yang harus kita tuntaskan. Agar ndak menjadi beban masa depan kita,” tandasnya.

Diketahui, kejadian dugaan penghinaan yang menimpa TGB terjadi Minggu, 9 April 2017 lalu saat melakukan check-in Bandara Changi Singapura. Ini kemudian menjadi perhatian khalayak luas di Indonesia karena mengandung tendensi rasisme. Banyak elemen masyarakat yang mengadukan peristiwa itu ke kepolisian baik melalui Polda Metro Jaya maupun Polda NTB.

Fahri sendiri menilai dugaan penghinaan yang dilakukan Steven Hadisuryo Sulistyo bisa dikategorikan bentuk tindak pidana. “Dilaporkan atau tidak dilaporkan kalau dia terbukti melakukan penghinaan terhadap ras dan etnis maka itu pidana. Dan apa yang dilakukan oleh saudara Steven itu pidana, tanpa perlu dilaporkan itu otomatis jadi pidana,” ujarnya.

  Pascagempa, Tiga Gili Dijaga Brimob

Tindakan Steven dinilainya bertentangan dengan Undang-Undang Anti Diskriminasi, hingga proses hukum harus ditempuh. Ia pun menambahkan, TGB telah dimintai keterangan mengenai kasus tersebut. “Saya kira memang proses hukum dilanjutkan, untuk memberi pelajaran bahwa kita sebagai bangsa Indonesia ndak boleh rasialisme,” ucapnya mantap. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here