Fahri Hamzah Desak Polisi Segera Bertindak

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menyerukan kepada aparat kepolisian segera bertindak untuk menyikapi dugaan penghinaan kepada Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Istrinya, Hj. Erica Zainul Majdi oleh seorang penumpang di Bandara Changi, Singapura.

“Seharusnya polisi bisa langsung bertindak sebelum publik bereaksi berlebihan,” ujar Fahri Hamzah yang juga menjadi Anggota DPR RI mewakili Daerah Pemilihan NTB, melalui rilis yang diterima suarantb.com, Jumat, 14 April 2017.

Iklan

“Penghinaan etnis kepada seseorang memang dapat dijerat dengan pasal penghinaan sesuai KUHP pasal 315. Tetapi, setelah diundangkannya UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan diskriminasi Ras dan etnis maka penghinaan etnis bukan delik aduan,” tambah politisi PKS ini.

Menurut Fahri, meskipun Gubernur NTB telah memaafkan pelaku dan pelaku telah meminta maaf, tetapi karena UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, maka tindakan itu tidak bisa dihentikan.

Selain itu, Fahri juga berpendapat tindakan oknum penumpang yang menghina Gubernur NTB dengan kata-kata yang sangat tidak pantas itu tidak saja menyinggung individu gubernur, tetapi semua warga negara yang merasa memiliki identitas yang sama.

“Maka, polisi tidak boleh nunggu sebab penghinaan dan diskriminasi ini dirasakan oleh banyak orang. Jadi, ia bukan delik aduan. Polisi bisa langsung bertindak agar publik mengetahui adanya penegakan hukum terhadap pelaku,” demikian tutupnya. (aan)