Evaluasi Pembangunan Smelter

H. Amry Rakhman (Suara NTB/nas)

PEMPROV NTB segera duduk bersama dengan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk mengevaluasi progres pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sebelumnya, Bupati KSB, Dr. H.W.Musyafirin, M.M., meminta Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., mengevaluasi progres pembangunan smelter AMNT.

Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si., yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 7 April 2021, mengatakan sebenarnya sudah diagendakan rapat dengan PT. AMNT pekan kemarin. Namun, AMNT masih ada pertemuan dengan Kementerian ESDM, sehingga pertemuan membahas evaluasi pembangunan smelter masih menunggu kesiapan AMNT.

Iklan

“Maksudnya, evaluasi itu minta untuk kita ketemu dengan PT. AMNT dan pihak terkait. Supaya kita bisa melihat atau mengevaluasi. Sedang kita komunikasikan dengan PT. AMNT punya kesiapan. Karena minggu kemarin masih ada pertemuan dengan Kementerian ESDM,” kata Amry.

Amry menjelaskan saat ini pembangunan smelter terus berproses. Yaitu pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB), baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat. “Hampir 200 hektare HGB-nya,” katanya.

Amry menjelaskan dirinya sudah berkomunikasi dengan perwakilan PT. AMNT yang ada di Mataram. “Saya sudah minta perwakilan PT. AMNT di sini untuk minta informasi ke sana. Kapan kesiapannya,” katanya.

Pada akhir 2020, Pemprov melalui DPMPTSP telah memanggil manajemen PT. AMNT terkait realisasi investasi pembangunan smelter. DPMPTSP mendapatkan informasi bahwa progres pembangunan smelter baru mencapai 24 persen.

Hasil verifikasi PT. Sucofindo pembangunan smelter sudah mencapai 24 persen. PT. AMNT sudah mendapatkan perizinan penataan ruang lahan seluas 850 hektare. Di mana, 154 hektare proses pembebasan lahan sudah selesai, 50 hektare  land cleaning,  sudah siap untuk lokasi pelaksanaan pembangunan smelter.

Akibat pandemi Covid-19, beberapa rencana menjadi tertunda. Misalnya, pekerjaan teknik desain tertunda yang seharusnya final tahun 2020. Akibat pandemi, pekerjaan teknik desain menjadi mundur karena kontraktor rekrutmen penawaran masih lockdown di Amerika dan Eropa.

Persiapan lahan juga mundur karena menghindari kontak langsung. Sehingga ke depannya perusahaan akan kembali mengajukan penawaran kepada kontraktor di bulan Februari 2021 dan akan difinalisasi penawaran serta siapa yang bisa ikut tender.

Dokumen tender oleh beberapa kontraktor direview awal 2021. Kuartal 1 Tahun 2021,  PT. AMNT dan PT. AMIN akan mengadakan evaluasi penawaran yang diajukan agar bisa segera dilakukan. Saat Izin IMB 154 hektare  di lokasi pembangunan smelter, Izin Pemanfaatan Ruang Pipa Bawah Laut saat ini dalam proses.

Izin ekspor dan denda ekspor akan lebih tinggi jika smelter tidak dibangun. Karena pembangunan smelter sudah merupakan amanat UU. Sehingga progres pembangunan smelter menentukan jumlah ekspor konsentrat.(nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional