Evaluasi IATC-WSBK Mandalika, Kapolda NTB Catat Belasan Poin Perbaikan Mutu

Kapolda NTB Mohammad Iqbal menyampaikan pemaparan dalam analisa dan evaluasi IATC-WSBK Mandalika, Jumat, 26 November 2021.

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan World Superbike (WSBK) seri Mandalika 19-21 November lalu. Belanja masalah ini sebagai bekal pelaksanaan MotoGP seri Mandalika Maret 2022 mendatang. Kekurangan paling menonjol pada aspek transportasi dan pelayanan penonton.

“Kita ingin ada peningkatan mutu dari semua aspek karena Maret 2022 kita akan menjadi tuan rumah MotoGP,” terang Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal, Jumat, 26 November 2021. Analisa dan evaluasi ini turut dipandu Sekda Provinsi NTB H Lalu Gita Aryadi dan Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro.

Iklan

merupakan balapan kelas paling bergensi yang diperkirakan menyedot perhatian lebih masif. Jumlah penonton di dalam sirkuit diperkirakan bisa mencapai 180 ribu orang. “Karena itu kita ingin menyempurnakan kekurangan yang ada. Dari aspek pengamanan, keamanan, dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

WSBK Mandalika, sebut Iqbal, menunjukkan soliditas dan sinergisitas antarsemua pemangku kebijakan. Kemudian masyarakat pun mendukung penuh. Baik yang terlibat langsung dan mendapat manfaat secara ekonomi maupun yang tidak langsung dengan cara turut menjaga kondusivitas.

“Secara umum berjalan sukses dan lancar. Tetapi tetap kaan kita kuatkan lagi untuk MotoGP nanti. Berbagai macam peranan kita akan kuatkan,” tegas jenderal bintang dua ini.

Salah satu yang menjadi penekanan yakni di bidang transportasi. Khususnya yang melayani penonton dari koridor pintu masuk Pulau Lombok. Transfer antarmoda transportasi. Sampai masuk ke dalam area sirkuit.

“Ini yang harus kita kuatkan. Bagaimana sistem antarjemput transportasinya. Ini sangat terkait dengan sistem ticketing, manajemen parkir, dan protokol kesehatan,” ujarnya.

Transportasi mengambil tempat paling banyak dalam manajemen waktu. Ditambah lagi penonton mengantre untuk sejumlah lapis verifikasi. Diantaranya terkait keabsahan tiket, surat keterangan negatif Covid-19, serta verifikasi vaksinasi PeduliLindungi.

“Ini menjadi penting. Memang dari sisi transportasi tidak ada kemacetan yang berarti. Tetapi ini berhubungan dengan pelayanan dan keamanan masyarakat,” jelasnya.

Dari evaluasi itu, Iqbal mencatat sejumlah hal untuk diperbaiki. Diantaranya, proses ticketing yang perlu diperkaya papan petunjuk; penerangan jalan umum area sirkuit dan area parkir sentral; penanganan hewan liar. Kemudian menajemen pengamanan ring 1 area paddock tanggungjawab penyelenggara kegiatan; manajemen parkir; tanda petunjuk bagi penonton maupun pengakses area sirkuit; penanganan cuaca; perbantuan TNI yang diusulkan dalam operasi mandiri; sosialisasi dalam bentuk pemasaran dan pembentukan citra; manajemen media.

Sementara Sekda Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi menjelaskan, Pemprov NTB memiliki pekerjaan rumah untuk menuntaskan sejumlah sarana penunjang area sirkuit. Yakni akses jalan utama Kuta-Keruak sepanjang 5,3 kilometer. Peningkatan jalan ini sudah dianggarkan sebesar Rp16 miliar untuk dikerjakan pada Januari 2022 mendatang. Ditambah dengan fasilitas penerangan jalan umumnya. “PJU ini kita anggarkan lewat DAK (dana alokasi khusus),” ucapnya.

Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro mengaku mengatensi mengenai penataan UMKM sebagai akses masyarakat lokal turut mendapat manfaat ekonomi dari balapan di Sirkuit Mandalika. “Nanti akan kita sempurnakan posisi dan lokasi,” ucapnya. Penyempurnaan itu juga berlaku pada penataan klasifikasi tiket, akses verifikasi protokol kesehatan, pergerakan shuttle bus, juga perbaikan-perbaikan fisik sarana penunjang.

“ITDC sedang siapkan proyek fisik untuk drainase sehingga kenyamanan penonton bisa lebih baik,” jelasnya. Begitu juga dengan perbaikan tempat-tempat parkir yang dikelola ITDC. Kadis Perhubungan Provinsi NTB L Moh Faozal menerangkan, pihaknya segera memperbaiki sejumlah catatan di bidang transportasi. Salah satunya trayek antarmoda penghubung parkir sentral dengan gerbang sirkuit. Serta distribusi stiker penanda bagi kendaraan pribadi.

“Kita akan tindaklanjuti lagi ini dengan memperbaiki manajemen stikernya,” jelasnya. Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya mengupas soal pola pergerakan penonton di dalam area sirkuit dan parkir sentral. Hal itu berhubungan dengan akses penonton dengan UMKM. “Flow penonton ke UMKM kurang karena jarak UMKM dengan tribun sampai 1 kilometer,” ujarnya.

Selain masalah jarak tersebut juga soal penataan. Pola di WSBK menempatkan stand UMKM lebih dulu daripada proses pemeriksaan tiket. Yang membuat penonton kehabisan banyak waktu. “Kita coba balik. Tiket dulu baru UMKM supaya penonton ini berminat ke UMKM,” terangnya.

Camat Pujut Lalu Sungkul meminta agar penyelenggaraan WSBK Mandalika ini juga bisa memberdayakan masyarakat setempat. Cara itu diharapkan untuk mengantisipasi masyarakat bergerak sendiri di luar koridor. “Ini harapan masyarakat. Masyarakat bisa dapat ikut mendapat kue. Baik dari sisi pariwisata maupun yang dari sisi sosial ekonomi dan ketenagakerjaannya,” terangnya. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional