Erupsi Gunung Agung Tak Pengaruhi Penyeberangan Lembar-Padangbai

Giri Menang (Suara NTB) – Dampak abu vulkanik letusan Gunung Agung, Karangasem, Bali mulai menyebar ke wilayah Lombok Barat (Lobar) dan sekitarnya. Abu vulkanik ini terlihat menempel di kendaraan dan rumah-rumah warga di wilayah Lembar. Namun dampak abu vulkanik, sejauh ini belum mempengaruhi arus penyeberangan Lembar-Padangbai (Karangasem, Bali).

Mengantisipasi dampak fatal abu menyerang kesehatan, pihak ASDP pun membagikan 600 buah masker kepada para penumpang, baik yang bakal berangkat ke Padangbai dan baru tiba di Pelabuhan Lembar.

Iklan

‘’Kami sudah membagikan masker sebanyak 600 buah bagi penumpang baik yang bakal berangkat dan sudah tiba di pelabuhan Lembar. Ini langkah antisipasi dampak abu vulkanik,’’ jelas Manager Operasional PT ASDP Wildan Jazuli ditemui di kantornya, Senin, 27 November 2017.

Pihaknya mengkhawatirkan semua kapal yang terkena abu vulkanik. Karena itu, harus diwaspadai agar jangan sampai debu mengganggu safety kapal. ‘’Jika abu vulkanik sampai masuk ke mesin, maka akan mengganggu operasi mesin. Ini berpotensi terjadi insiden di tengah laut.’’

Mengantisipasi hal ini, sebelum kapal berangkat pihaknya mencuci semua kapal yang sandar termasuk mesinnya dicuci. Sebab sifatnya  debu vulkanik ini lengket, sehingga bisa terjadi masalah di tengah laut. Apalagi ditambah hujan, maka sangat berbahaya.

Diakuinya, letusan Gunung Agung sedikit berdampak. Namun pihaknya telah mengantisipasi  dampak debu. Justru pihaknya bakal menggunakan sistem non jadwal. Sejauh ini kondisi penyeberangan masih normal, per hari kapal yang  operasi sebanyak 12 unit.

Kalau ada peningkatan penumpang, barulah jumlah armada ditambah lagi. Melihat kapasitas kapal yang dimiliki sebanyak 36 kapal, penumpang yang mampu dimuat sebanyak 10 ribu orang. Pengoperasian 36 kapal ini dilakukan, kalau jumlah penumpang membeludak. (her)