‘’Equatorial Rosby’’, Penyebab Hujan di Musim Kemarau di NTB

Ilustrasi Hujan. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid menjelaskan penyebab NTB yang diguyur hujan di musim kemarau. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Nur Siti Zulaichah mengatakan NTB masih memasuki musim kemarau.

Di mana,  musim kemarau juga bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Ia mengatakan hujan masih ada namun frekuensinya tidak sebanyak musim penghujan.

Iklan

‘’Untuk hujan beberapa hari ini wilayah NTB khususnya Pulau Lombok disebabkan adanya eksistensi dari gelombang atmosfer atau Equatorial Rosby,’’ kata Zulaichah, Rabu, 4 Agustus 2021.

Zulaichah menambahkan Equatorial Rosby yang dibarengi dengan nilai anomali suhu muka laut yang cukup signifikan di perairan sekitar NTB. Hal tersebut memungkinkan adanya potensi terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga  sedang di wilayah NTB beberapa hari ini.

Selain itu, faktor labilitas udara di wilayah NTB juga cukup mendukung untuk terjadinya hujan dari intensitas ringan hingga sedang. Dilihat dari indeks labilitas serta massa udara yg cukup basah dari lapisan 850-500 hP.

Zulaichah menambahkan, pada periode musim kemarau seperti saat ini masyarakat diimbau agar tetap waspada akan potensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan. Namun demikian, masyarakat juga diminta tetap waspada dan berhati – hati terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem secara tiba-tiba yang bersifat lokal.

“Ketika akan memasuki puncak musim kemarau, suhu udara akan lebih dingin terutama pada malam hari dan angin yang bertiup lebih kencang,” jelasnya.

Pemprov NTB telah menerima laporan sebanyak 116.440 jiwa atau 29.909 KK terdampak kekeringan di tiga kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, yaitu Sumbawa, Bima dan Kota Bima. Dari 10 kabupaten/kota di NTB, Kabupaten Sumbawa yang telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.

“Satu kabupaten  yang sudah berstatus tanggap darurat dan satu siaga darurat. NTB sedang proses siaga darurat kekeringan,” kata Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si.

Sekda menyebutkan ada 38 kecamatan dan 95 desa/kelurahan yang mengalami kekeringan di NTB. Untuk Kabupaten Sumbawa, kekeringan terjadi di 23 kecamatan, 38 desa/kelurahan dengan jumlah masyarakat terdampak 17.417 KK atau 69.668 jiwa.

Kemudian di Bima, kekeringan terjadi di 10 kecamatan dan 26 desa/kelurahan dengan jumlah masyarakat terdampak 4.190 KK atau 20.918 jiwa. Sedangkan di Kota Bima, kekeringan terjadi di 5 kecamatan dan 95 desa/kelurahan dengan jumlah masyarakat terdampak 8.302 KK atau 25.854 jiwa.

Ia mengatakan upaya yang dilakukan, BPBD NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/kota terkait kesiapan menghadapi bencana kekeringan. Selain itu, sebagian kabupaten/kota telah mulai melakukan pendistribusian air bersih ke lokasi terdampak kekeringan. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional