Episentrum Investasi di NTB Perlu Didorong ke Sektor Primer

Firmansyah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Episentrum investasi di NTB perlu didorong ke sektor primer sehingga menyerap lebih banyak tenaga kerja. Tahun lalu, realisasi investasi di NTB mencapai Rp11,6 triliun, dan hanya menyerap 5.857 tenaga kerja, baik tenaga kerja Indonesia maupun tenaga kerja asing.

Pemerhati Ekonomi dari Universitas Mataram, Dr. M. Firmansyah, S.E., M. Si., mengatakan, episentrum investasi perlu didorong ke sektor primer seperti pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan. Karena di sana merupakan investasi padat karya, yang akan menyerap banyak tenaga kerja.

Iklan

‘’Kalau dia padat karya, dia akan masuk  ke (penyerapan) tenaga kerja. Tetapi memang salah satu indikator investasi berkualitas itu dilihat dari tingkat pengangguran menurun,’’ kata Firmansyah dikonfirmasi, Minggu, 8 Maret 2021.

Besarnya investasi yang masuk ke suatu daerah, tidak lantas berbanding lurus dengan penurunan angka pengangguran. Karena harus dilihat lebih dalam lagi apakah investasi yang masuk merupakan padat modal atau padat karya.

Menurut Firmansyah, investasi di sektor primer perlu terus didorong oleh Pemda di NTB. Karena investasi di sektor ini akan menyerap banyak tenaga kerja. Pemerintah daerah harus menyiapkan konsep bahwa investasi harus ada kemanfaatan yang riil dirasakan oleh masyarakat.

Investasi dengan pola public private people partnership (4P) perlu didorong dengan fasilitasi dari Pemda. “Sehinggga ada keterlibatan atau kontribusi dari masyarakat lokal dari keberadaan investasi itu,” ucapnya.

Pemangku kebijakan baik Pemprov dan Pemda Kabupaten/kota perlu membuat skenario atau kebijakan pengembangan investasi. Supaya ekonomi lokal tumbuh dengan adanya kehadiran investasi.

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi investasi mencapai Rp11,6 triliun sepanjang 2020. Dengan realisasi investasi sebesar itu mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 5.857 orang.

Pada triwulan IV 2020, jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 324 orang. Terdiri dari tenaga kerja Indonesia  321 orang dan tenaga kerja asing 3 orang.

Sedangkan, dari triwulan I sampai dengan Triwulan IV 2020, jumlah tenaga kerja yang terserap dari aktivitas penanaman modal di NTB sebanyak 5.857 orang. Terdiri dari tenaga kerja Indonesia  5.788 rang dan tenaga kerja asing  69 orang.

Realisasi investasi di NTB, sejak  Oktober sampai dengan Desember Tahun 2020 sebesar Rp 2.312.860.661.297,. Terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1.418.950.360.770,- dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp893.910.300.527,-.

Sedangkan untuk realisasi investasi dari Bulan Januari – Desember 2020 sebesar Rp11.600.614.960.406. Terdiri dari PMDN sebesar Rp7.117.434.218.098,- dan PMA sebesar Rp4.483.180.742.308,-.

Kontribusi sektor pertambangan dan sektor perhubungan mendominasi realisasi investasi di NTB tahun 2020. Catatan pada triwulan IV (Oktober – Desember) 2020, sektor pertambangan mencatat realisasi tertinggi sebesar Rp1,303 triliun.

Kemudian posisi kedua adalah sektor perhubungan sebesar Rp478,606 miliar. Disusul sektor pariwisata sebesar Rp301,403 miliar. Realisasi investasi terendah pada Oktober – Desember 2020 di sektor lingkungan hidup, sektor peternakan dan sektor koperasi yang nilainya nol. Kemudian, sektor kesehatan sebesar Rp 310 juta, sektor pertanian dan perkebunan sebesar Rp1,333 miliar.

Sedangkan catatan sampai dengan Triwulan IV (Januari – Desember) 2020 Sektor Pertambangan mencatat realisasi tertinggi sebesar Rp4,824 triliun. Posisi kedua adalah sektor ketenagalistrikan sebesar Rp2,560 triliun. Disusul sektor perhubungan sebesar Rp1,547 triliun.

Sementara, realisasi investasi terendah pada Januari – Desember 2020 di  sektor Koperasi Rp270 juta, sektor peternakan sebesar Rp565 juta. Kemudian sektor lingkungan hidup sebesar Rp2,860 miliar. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional