Enam Warga Ditangkap Pesta Sabu, Begini Tanggapan Walikota Bima

TANGKAP - Enam orang yang diduga sedang pesta sabu ditangkap aparat Sat Resnarkoba Polres Bima Kota, Senin,  19 November 2018. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bima Kota menangkap enam warga yang diduga sedang asyik pesta narkoba jenis sabu, di sebuah rumah di Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda Kota Bima, Senin,  19 November 2018

Kasat Resnarkoba Polres Kota Bima, Iptu H. Jusnaidin mengatakan, keenam warga yang diamankan itu masing-masing berinisial Qb (24 tahun), Rq (25 tahun) Md (23 tahun), Sy (25 tahun) dan seorang perempuan Fr (28 tahun).

Iklan

“Penangkapan lima orang pria dan satu orang wanita ini berawal dari laporan masyarakat,” katanya.

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti (BB) sebanyak tiga poket sabu ukuran sedang, satu  poket ukuran besar dengan berat 11,5 gram. Serta uang tunai sebanyak Rp1 juta. “Untuk sementara enam orang ini yang diamankan ini masih kita selediki,” ujar Jusnaidin.

Serius Hadapi Narkoba

Terpisah, Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE mengaku masalah narkoba harus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Semua kalangan kata dia, harus terlibat dalam upaya pencegahan, pemberantasan dan penanggulangan peredaran gelap narkoba di Kota Bima.

Hal itu disampaikannya saat menandatangani Nota Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala Kepala BNNK Bima AKBP Ivanto Aritonan dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba antara Pemerintah Kota Bima dengan BNNK Bima, di ruang kerjanya, Senin, (19/11).

Lutfi menjelaskan dalam masalah penanggulangan narkoba, sekolah memegang peranan penting karena merupakan tempat berkumpulnya anak-anak muda yang sering dijadikan sasaran. Berbagai fenomena peredaran obat-obatan keras di kalangan pelajar masih marak terjadi.

“Kondisi ini harus mendapat perhatian bersama, mulai dari guru, orang tua Pemerintah melalui intansi terkait juga para alim ulama,” katanya.

Berbagai upaya lintas lembaga untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Yakni melalui kampanye nasional program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Selain itu ditambahkannya, juga kegiatan rehabilitasi serta pembinaan dan pemberdayaan ASN serta masyarakat melalui diseminasi informasi dan advokasi tentang pencegahan dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. “Kita berharap kesepakatan ini menjadi salahsatu upaya bersama untuk mencegah peredaran narkoba di Kota Bima,” pungkasnya. (uki)