Enam Pelajar Ditangkap Saat Pesta Sabu

Pelajar yang kepergok pesta sabu di Moncok Pejarakan, Ampenan, Mataram digiring ke ruang pemeriksaan Satresnarkoba Polresta Mataram. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Narkoba yang menyasar pelajar bukan isapan jempol. Buktinya, enam pelajar ditangkap polisi sedang pesta sabu di sebuah rumah di Pejarakan, Ampenan, Kota Mataram. Polisi masih mendalami pengedar yang menyuplai barang haram ini ke para pelajar tersebut.

Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa menerangkan, para pelajar tersebut digerebek di sebuah rumah yang menjadi markas untuk pesta sabu. ‘’Kita amankan tujuh orang. Enam orang berstatus masih pelajar. Satu sudah lulus SMA,’’ ujarnya, Selasa, 4 Februari 2020.

Iklan

Para pelajar itu digerebek pada Senin petang lalu sekitar pukul 18.00 Wita. Mereka yang diamankan antara lain DJ (18) yang sudah lulus sekolah; MF (18), ZA (17), LI (17), HI (18), AS (18), dan AH (18) yang merupakan pelajar berbagai SMA dan SMK serta MAN.

‘’Rumah itu memang tempat tongkrongan yang dipakai saat mereka ingin mengkonsumsi sabu. Dari pengakuan, mereka sudah lima kali pesta sabu di sana,’’ terang Adi.

Dari penggeledahan ditemukan alat hisap berupa bong yang dibuat dari bekas botol minuman, dua bungkus klip bekas, ponsel, dan uang tunai yang disita dari masing-masing orang, totalnya Rp3.647.000.

‘’Ini masih kita dalami terkait asal usul barang narkotika yang mereka dapatkan. Ini baru ditangkap, kita masih menginterogasi mereka,’’ kata Adi.

Di tempat terpisah, Satresnarkoba Polresta Mataram juga menggerebek rumah yang dijadikan sarang mengonsumsi sabu. Lagi-lagi, seorang pelajar ditemukan turut serta. Bahkan, pelajar berinisial MN (18) ini saat digerebek Senin siang pukul 15.00 Wita lalu masih lengkap mengenakan seragam sekolahnya.

MN (18) tidak langsung pulang ke rumah usai bubaran sekolah. Pelajar ini malah mampir di sebuah rumah di Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara, Mataram. Buahnya, dia ditangkap saat sedang menyedot bong berisi sabu.

Di dalam rumah, ada dua orang lain yang bersama MN, yakni seorang supir berinisial AR (33) dan seorang pengangguran berinisial LD (37). ‘’Kita temukan tiga orang, salah satunya pelajar,’’ kata Adi.

Sebenarnya, di dalam rumah tersebut awalnya ada empat orang. Namun satu orang lain berinisial DD berhasil kabur lewat jendela rumah begitu mendengar polisi datang. Barang bukti yang disita berupa dua poket sabu seberat 2 gram dan alat hisap serta uang tunai Rp327 ribu. ‘’Untuk satu orang yang melarikan diri, kita masih melakukan pengejaran,’’ katanya. (why)