Enam Kecamatan Terjangkit DBD di Lobar

Kepala Dikes Lobar,  H. Rachman Sahnan Putra

Giri Menang (Suara NTB) – Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Lombok Barat (Lobar) mengalami peningkatan. Jumlah warga Lobar yang terjangkit DBD mencapai 62 orang tersebar di enam kecamatan. Di mana kecamatan yang paling banyak penderita DBD yakni Kecamatan Kuripan dengan 32 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar H. Rachman Sahnan Putra menyebutkan ada 62 penderita yang dirawat di puskesmas dan rumah sakit yang ada. Di Kediri, ujarnya,  ditemukan 12 kasus, Kuripan 32 kasus, Jembatan Kembar Lembar ada 6 kasus,  Gunungsari ada 4 kasus,  Dasan Tapen Gerung ada 6 kasus dan  Puskesmas Labuapi ada 2 kasus. “Sehingga jumlah keseluruhan kasus DBD di Lobar ada 62 kasus, terbanyak di wilayah Kuripan,” jelasnya, Kamis,  31 Januari 2019.

Iklan

Seluruh penderita DBD ini sudah mendapatkan penanganan medis dan tidak ada yang meninggal. Pasien DBD ini, jelas dia, ada yang dirawat di puskesmas dan rumah sakit. Pihaknya lebih cepat melakukan penanganan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Terkait persoalan logistik untuk penanganan DBD, ujarnya, tidak ada kendala.

Menurutnya, DBD ini disebabkan lingkungan, sehingga dalam upaya pencegahan dan penanggulangannya tidak cukup oleh jajaran Dikes atau pemda, namun perlu upaya partisipasi aktif dari masyarakat, sehingga kasus DBD bisa secara optimal bisa dicegah. Warga yang sudah terkena DBD, jelas dia, ada beberapa hal yang perlu dilakukan yakni masyarakat harus segera melaporkan ke puskesmas terdekat ketika ada gejala yang mengarah ke DBD, sehingga antisipasi lebih cepat. Sebab setiap kasus positif DBD di suatu wilayah, maka langkah pertama yang harus dilakukan  puskesmas adalah penyelidikan epidemologi (PE) dalam rangka melihat kasus, dari sisi kepadatan jentik nyamuk aides aegypti yang ada di lingkungan,sebagai dasar  mengambil langkah selanjutnya.

Setelah PE, jika hasilnya ternyata harus dilakukan fogging, maka harus dilakukan pengasapan. Namun pengasapan ini tidak menyelesaikan masalah, selama ini mindset masyarakat bahwa fogging ini bisa menyelesaikan masalah padahal hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Karena itu sebelum fogging, hal yang harus dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) agar jentik nyamuk di sekitar lingkungan tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Ia menambahkan penyebarluasan DBD ini juga dipicu dampak perubahan iklim dari kemarau ke musim hujan. Karena itu masyarakat setiap saat membersihkan tempat berkembangnya jentik nyamuk tersebut.  Sebab jika tidak dilakukan itu, maka korban terus bertambah.  Pihaknya juga sudah bersurat ke seluruh rumah sakit yang ada agar menginformasikan jika ada pasien DBD dari Lobar. (her)