Enam Jembatan Putus Diperbaiki

Jembatan di Bima yang putus akibat diterjang banjir pasca hujan lebat yang terjadi Sabtu, 29 Februari 2020. (Suara NTB/Ist)

Mataram (Suara NTB) – Dari 10 jembatan provinsi yang putus di Bima dan Dompu, baru enam titik yang diperbaiki menggunakan belanja tak terduga (BTT) APBD NTB 2020. Sementara sisanya sebanyak empat titik masih menunggu kepastian anggaran yang akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) NTB.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB, Ir. H. Sahdan, MT merincikan jembatan provinsi yang putus sebanyak tiga titik di Kabupaten Dompu dan 7 titik di Kabupaten Bima. Untuk di daerah Kilo sebanyak tiga titik jembatan, Labuan Kenanga 3 titik jembatan, Wilamaci Karumbu 2 titik dan Bajo – Sampungu Kecamatan Soromandi 2 titik.

Iklan

“Ada enam titik yang sudah mulai  ditangani lewat belanja tak terduga. Untuk empat titik akan dirapatkan di Sekda,” kata Sahdan dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 3 Maret 2020.

Sahdan menjelaskan tiga titik yang mulai ditangani berada di daerah Kilo menggunakan jembatan dengan konstruksi box cuilvert ditambah pemasangan pengaman sungai. Kemudian tiga titik jembatan di Labuan Kenanga menggunakan konstruksi aramco atau gorong-gorong baja ditambah pembangunan pengaman pantai.

Pembangunan yiga titik jembatan ang berada di Kilo menggunakan belanja tak terduga sebesar Rp475 juta. Sedangkan untuk jembatan yang berada di Labuan Kenanga dianggaran Rp850 juta.

Untuk empat titik jembatan yang putus di daerah Wilamaci Karumbu dan Bajo – Sampungu akan dibahas dengan TAPD. Namun, untuk penanganan darurat dipastikan sudah dilakukan. “Sudah bisa dilalui sekarang, tapi ala kadarnya. Kalau jembatan yang di  Soromandi yang baru rusak akhir Februari lalu,  kami sudah bicara dengan Pemda Kabupaten Bima soal lahan,” katanya.

Sahdan memperkirakan total kerugian akibat rusaknya 10 jembatan duiker di Bima dan Dompu sekitar Rp15 miliar. Jembatan yang diperkirakan butuh anggaran cukup besar untuk perbaikannya adalah, jembatan yang rusak akhir Februari lalu di Soromandi. Untuk perbaikan empat titik jembatan diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp2 miliar. Namun ada satu jembatan yang diperkirakan butuh sekitar Rp1 miliar.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM mengatakan penanganan darurat sudah dilakukan. Sehingga jalan bisa dilalui kembali oleh masyarakat. Rata-rata, jembatan yang putus di Bima dan Dompu, dimensinya pendek.

Namun akibat banjir bandang, dimensinya melebar. Semula lebarnya 5 meter, sekarang bisa menjadi 10 meter. “Ini yang terus kita bicarakan dengan baik. Terpenting sekarang penanganan darurat dipercepat agar dapat dilalui masyarakat,” katanya.

Azhar mengungkapkan hampir setiap tahun terjadi kerusakan infrastruktur di Bima dan Dompu akibat banjir bandang. Karena kondisi hutan di sana sudah gundul. “Bukan saja jalan dan  jembatan yang rusak tapi bendungan dan jaringan irigasi yang mengalami sedimentasi,” tandasnya. (nas)