Enam Desa di Woha Diterjang Banjir

Bima (Suara NTB) – Enam desa di Kecamatan Woha terendam luapan air banjir, Selasa, 31 Januari 2017 pagi. Genangan air dengan ketinggian setengah hingga satu meter diakibatkan meluapnya aliran sungai akibat hujan lebat mengguyur wilayah itu, Senin, 30 Januari 2017 sore.

Enam desa yang terkena dampak itu, yakni desa Naru, Nisa, Waduwani, Talabiu, Penapali dan Dadibou. Hingga saat ini pemerintah Kecamatan dan BPBD Kabupaten Bima masih melakukan pendataan pemukiman warga dan kerugian akibat banjir tersebut.

Iklan

Camat Woha, Chandra Kusuma, M.AP kepada Suara NTB, mengatakan genangan air mulai meluap di pemukiman warga di dusun Pucuke Desa Naru. Yang merupakan wilayah yang berada di pinggiran sungai.

“Luapan air semakin meluas hingga di Lapangan desa Naru dan sekitar dengan ketinggian sekitar satu meter,” katanya.

Diakuinya, luapan air banjir tidak hanya menggenangi pemukiman warga. Namun meluas hingga ke jalan raya dan masuk ke area diterminal Tente, dengan ketinggian air mencapai setengah meter.

“Kemungkinan luapan air ini akan meluas hingga ke desa Dadibou dan sepanjang daerah aliran sungai (Das),” katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Bima, H. Taufik Rusdy mengaku, genangan air banjir akibat meluapnya aliran sungai di dusun Perintis dan dusun Sinar Desa Naru. Hingga saat ini volume air terus mengalami peningkatan secara signifikan.

“Ada sebanyak 283 kepala Keluarga (KK) di desa Naru yang terdampak akibat luapan banjir ini. Hingga kini kami masih melakukan pendataan,” ujarnya

 “Air mengarah kewilayah barat dan menggenangi pemukiman warga disepanjang DAS dengan ketinggian mencapai setengah hingga satu meter,” katanya.

Sementara di desa Talabiu air meluap masuk ke beberapa rumah warga yang berada di pinggir jalan. Luapan air ini akan mengarah ke wilayah pemukiman warga Penapali dan Dadibou. Meski demikian warga yang terkena dampak tetap bertahan di rumah masing-masing seiring surutnya luapan air.

  Pemerintah Pusat Terjunkan 2.288 Fasilitator

“Sampai saat ini tidak ada korban jiwa atau warga yang menggungsi. Kami juga menyalurkan bantuan logistik berupa selimut, makanan siap saji dan terus didistribusikan kepada warga,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here