Enam Ancaman Pemecah Belah

KH. M. Zaidi Abdad (Suara NTB/dok)

INDONESIA adalah negara yang sangat besar, yang luas daratannya hampir sama dengan benua Eropa. Indonesia adalah bangsa yang sangat heterogen, dengan jumlah penduduk 268 juta lebih, serta terdiri dari 714 suku bangsa dan sekitar 1.100 bahasa serta berbagai adat istiadat dan budayanya.

Suatu negara yang jumlah penduduknya besar dan beragam akan menjadi suatu kekuatan apabila dikelola dengan benar. Namun sebaliknya, semakin majemuk penduduk suatu negara semakin besar pula ancaman disintegrasi jika tidak dikelola dengan baik dan benar.

Iklan

Demikian dikatakan Kakanwil Kemenag NTB, Dr. KH. M. Zaidi Abdad, saat memberikan sambutan  pada pembukaan Orientasi Wawasan Kebangsaan dan Penguatan Moderasi Beragama Bagi Guru Pasraman akhir pekan kemarin. Kegiatan yang diadakan Bimas Hindu ini, diikuti 50 orang peserta guru pasraman sepulau Lombok ,dengan narasumber dari Kanwil Kemenag, PHDI, Polda, Danramil, Kasbangpoldagri NTB.

Lebih jauh dikatakan M. Zaidi, ada enam ancaman pemecah belah persatuan. Yakni propaganda, kesenjangan ekonomi, politik identitas, idiologi, narkoba, informasi Teknologi. Dari kesemua ancaman itu, permasalahan atau konflik yang berlatar belakang idiologi atau agama, penyebaran informasi hoax lebih berbahaya dibandingkan dengan konplik berlatar ekonomi, politik. Sebab konflik idiologi atau agama memungkinkan  mereka yang terlibat di dalamnya menjadikan keyakinan, Tuhan sebagai landasan untuk bertindak.

“Begitupun dengan pemamfaatan teknologi informasi yang tidak bertanggung jawab,digunakan menyebarkan informasi – informasi hoaks, sangat cepat menyulut timbulnya konflik,” ungkapnya.

Sehingga dengan demikian, penting bagi setiap guru beragama secara moderat. Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan perilaku kita dalam memahami suatu agama secara moderat. Yaitu tidak berlebih- lebihan dalam beragama. Moderasi sendiri lebih mengarah kepada cara kita menjadi penengah dalam suatu persoalan khususnya dalam lingkup beragama.

Sementara wawasan kebangsaan lanjutnya adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Wawasan Kebangsaan merupakan salah satu wahana membangun cinta tanah air karena wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang di dasari oleh falsafah cita-cita dan tujuan nasional. (dys)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional