Empat Warga Lobar Meninggal Akibat Banjir Bandang

Banjir bandang dan longsor menerjang daerah Lobar, paling parah menerjang Kecamatan Gunungsari dan Batulayar. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) -Bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Lombok Barat (Lobar) pada Minggu dan Senin, 5 – 6 Desember 2021. Akibat bencana tersebut, sejumlah warga meninggal dunia.
Terdapat empat korban yang meninggal diketahui satu keluarga yang diduga hanyut diterjang banjir. Satu orang masih dalam pencarian.
Selain merenggut nyawa warga, banjir dan longsor juga mengakibatkan rumah warga rusak dan jembatan penghubung antar desa putus. Warga yang rumahnya rusak mengungsi di masjid dan rumah keluarga.

Pantauan Suara NTB di beberapa titik banjir, seperti di wilayah Gunungsari, Batulayar dan Sekotong yang terdampak parah. Beberapa desa terdampak di Gunungsari dan Batulayar masih terendam hingga hanya terlihat atap rumahnya.
Bahkan arus air masih deras mengakibatkan proses evakuasi warga berlangsung dramatis. Tim Basarnas, TNI/Polri, dan BPBD dibantu warga harus bolak-balik mengevakuasi warga.
Banyak warga masih terjebak di rumahnya yang tak bisa evakuasi menggunakan perahu karet manual harus dievaluasi menggunakan raber boat bermesin lebih besar.

Iklan

Ditemui di lokasi, Camat Batulayar Afgan Kusuma Negara mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 08.00 Wita dampak hujan lebat melanda daerah itu sejak malam hari. Banjir dipicu air sungai meluap akibat terhalang batang pohon. Sehingga air menerjang rumah warga hingga hancur.
“Dan empat orang warga meninggal dunia, itu ada satu keluarga dan ada tidak satu keluarga. Satu warga masih dalam pencarian,”kata Afgan, Senin, 6 Desember 2021.

Disebutkan, korban meninggal di Dusun Batulayar Utara Desa Batulayar Barat atas nama Sumiahana (35), Ladenia (6 bulan), Sumiati dan Papuk Temah. Terdapat satu warga yang belum ditemukan atas nama H. Suri.

Sedangkan korban luka-luka Hj. Selemah patah kaki. Sejumlah warga pun dievakuasi ke tempat pengungsian.
Ditanya perihal kerusakan dampak banjir, pihaknya belum menghitung rumah dan fasilitas umum yang rusak. Namun diperkirakan kerusakan terparah terjadi di Dusun Batulayar Utara sekitar 60 persen.

Samsudin, warga Lembah Sari Kecamatan Batulayar, mengatakan banjir menerjang daerah itu pada dini hari. Debit air sungai yang kian membesar menggerus rumah warga di bantaran sungai.
“Sekitar pukul 08.00 pagi, rumah warga rusak diterjang banjir. Jembatan penghubung juga putus,”terangnya.

Rumah warga yang rusak di antaranya, H. Mansur, Abdul Ajiz, H. Ridwan dan Eron. Warga yang rumahnya rusak mengungsi di masjid dan rumah keluarga. Saat ini warga membutuhkan makanan siap saji dan kelengkapan lainnya.
Tidak saja rumah rusak, jembatan yang menjadi penghubung Kecamatan Batulayar dan Gunungsari putus. Akibatnya warga harus memutar arah untuk ke Pasar Sidemen. Jarak tempuhnya hingga 4-5 kilometer. Warga berharap segera dibangun jembatan darurat untuk mempermudah warga.

Sekdes Sesela, Saiful Bahri mengatakan banjir dipicu meluapnya Sungai Meninting. Mengakibatkan hampir semua dusun terpendam banjir. Empat dusun terdampak, yakni Dusun Barat Kubur, Dasan Utama, Biletepung, dan Kebon Lauk.
Dua dusun terdampak parah yakni Dusun Barat Kubur, dan Kebon Lauk dengan kondisi ketinggian air hingga dua meter. “Bahkan ada warga yang di BTN evakuasi diri ke atas genteng rumah, dan dievakusi oleh tim,”jelas dia. Di empat dusun itu, diperkirakan jumlah KK terdampak 2.000 KK atau 6.000 jiwa.

Ditemui di lokasi banjir di Desa Sesela, Camat Gunungsari, M. Mudassir menyebutkan hampir semua desa di wilayahnya terdampak banjir. “Di kecanduan Gunungsari ini, hampir semua desa, ada 16 desa terdampak banjir,” terang Mudassir.
Dari 16 desa, beberapa desa terdampak paling parah. Seperi di Guntur Macan, Sesela, Ranjok, Kekait, Dopang. Bahkan ketinggian banjir hingga atap rumah warga, seperti yang terjadi Ranjok dan Sesela. Di Dopang dan Guntur Macan terjadi longsor.

Kemudian di Kekait, tujuh rumah warga rusak diterjang banjir akibat luapan sungai di daerah itu. Saat ini tujuh KK yang rumahnya rusak mengungsi di masjid dan rumah keluarga.
“Jembatan penghubung antar desa Kekait Kecamatan Gunungsari dengan Lembah Sari kecamatan Batulayar juga putus,”terang dia. Diperkirakan jumlah warga terdampak mencapai ribuan bahkan belasan ribu karena banjir hampir merata di wilayahnya.

Banjir dan longsor juga menerjang daerah Sekotong. Longsor terjadi di Dusun Sangap Dusun Kombang Desa Buwun Mas Minggu, 5 Desember 2021. Longsor mengakibatkan dua unit rumah terkena dampak.
“Satu rumah hanya tertimbun tanah dan satu unit rumah ambruk, setelah dikonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam bencana ini,” jelas Kapolsek Sekotong, Iptu I Kadek Sumerta, S.H. Walaupun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun terdapat kerugian materi, dan dua anak terhempas tanah.

“Masing-masing anak perempuan empat tahun, mengalami luka ringan di bagian kepala, dan sudah di rawat di klinik jepun dusun kombang, sedangkan yang satunya anak laki-laki lima tahun, tidak mengalami luka,” jelasnya.

Akibat dari tanah longsor sepanjang kurang lebih 50 meter itu, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sulit untuk melewati jalan tersebut.”Karena akses jalan tertutup oleh tanah sehingga masih sulit dilalui dan merupakan penghubung antara desa buwun mas dengan desa persiapan belongas,”terangnya.
Banjir juga menerjang delapan dusun di Desa Pelangan. Berdasarkan laporan relawan Tagana Lobar, terdapat 3.985 jiwa yang terdampak banjir. Anggota Tagana Lobar Mardi merinci, dusun yang terdampak yaitu Dusun Pelangan 230 KK dengan 920 jiwa. Kemudian Dusun Pelangan Tengah 150 KK atau 295 jiwa, Dusun Tirta Sari 100 KK dengan 400 jiwa, Dusun Pelangan Dalam 70 KK dengan 280 jiwa.

Selanjutnya, Dusun Selindungam 179 KK, 467 jiwa, Dusun Pelangan timur l 260 KK, 878 jiwa dan Kembang Tebel 80 KK, 223 jiwa. Serta Tanah Abang 40 KK, 160 jiwa dan dusun Bawak Bagek 113 KK, 362 jiwa. “Jumlah KK keseluruhan KK yang terdampak sebanyak 1.222 KK dan 3.985 jiwa,”sebut dia. (her)

Advertisement