Empat Warga di Bima ‘’Suspect’’ Difteri

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak empat warga di Kabupaten dan Kota Bima dideteksi suspect atau diduga menderita difteri. Dua diantaranya merupakan anak-anak dan dua lainnya orang dewasa. Ini diduga disebabkan antibodi dari penderita kurang kuat sehingga tidak dapat melawan bakteri yang menyebabkan difteri.

‘’Sejauh ini sudah ada laporan sebanyak empat orang suspect difteri. Dua orang dari Kabupaten Bima dan dua lagi dari Kota Bima. Semuanya masih dirawat di rumah sakit di Bima,’’ kata  Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Marjito, S.SI, SKM, di Mataram, Rabu, 20 Desember 2017.

Iklan

Ia mengatakan bahwa hal itu bisa saja dipicu karena kekebalan tubuh yang kurang. Sehingga rentan terkena virus dan bakteri. Sehingga perlu dilakukan imunisasi sejak balita, setelah itu pada masa anak-anak bahkan remaja dan dewasa perlu diberikan vaksin untuk menghindari penyebaran bakteri dari difteri tersebut.

“Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheria. Itu bisa diatasi dengan imunisasi atau pemberian vaksin sejak dini,” ujarnya.

Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Difteri termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan imunisasi terhadap difteri termasuk ke dalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia.

Imunisasi difteri yang dikombinasikan dengan pertusis (batuk rejan) dan tetanus ini disebut dengan imunisasi DTP. Sebelum usia 1 tahun, anak diwajibkan mendapat 3 kali imunisasi DTP.

‘’Balita harus diberikan vaksin, kalau ada yang belum segera datangi posyandu atau pusat kesehatan masyarakat terdekat. Sehingga bisa mencegah penyebaran difteri,’’ ujarnya.

Ia mengatakan empat orang yang sedang dirawat saat ini sedang mendapatkan pengobatan yang intensif. Sehingga tidak semakin banyak warga yang terkena atau suspect penyakit ini. Ia juga menyarankan agar masyarakat tetap mengedepankan pola hidup sehat.

‘’Tetap perhatikan pola hidup sehat dan cek kelengkapan imunisasi anak-anaknya. Itu merupakan cara mencegah penyebaran difteri,’’ ujarnya.

Sementara itu untuk stok vaksin saat ini masih banyak. Sehingga warga NTB diharapkan untuk tidak khawatir dan bagi yang belum melakukan imunisasi agar segera mengunjungi pusat kesehatan atau posyandu terdekat. (lin)