Empat TKI Meninggal, Polda NTB Bidik Indikasi TPPO

Pujewati (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ditreskrimum Polda NTB membidik indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pada kasus tewasnya empat TKW di Makkah. Jika ada sikap proaktif dari pihak keluarga untuk melapor, kasus ini bisa didalami pada pihak pihak yang terlibat.

‘’Jika ada indikasi pihak pihak tertentu dalam unsur TPPO ini, maka kita akan lakukan penyelidikan,’’ kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Ni Pujewati, SIK kepada Suara NTB, Rabu, 26 Juni 2019.

Iklan

Sejauh ini Pujewati mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram dan Disnakertrans Provinsi NTB guna mendalami kronologi kejadian. Pihak pihak yang terlibat dalam proses pengiriman ke Arab Saudi juga sedang dicermati. ‘’Langkah langkah koordinasi awal sudah kami lakukan dengan Disnakertrans dan BP3TKI. Nanti  dari bahan itu kita coba cermati, apakah ada unsur pidana perdagangan orang,’’ tandasnya.

Disebutnya, unsur TPPO akan terpenuhi jika ada unsur di dalamnya, salah satunya tentang penipuan,  didukung adanya penempatan yang tidak sesuai janji dan pemalsuan dokumen.

“Jika masuk unsur itu, maka TPPO akan terpenuhi,” tegasnya.

Kendala lain disebutnya, para korban sudah meninggal. Praktis penyelidikan tidak bisa mendapat keterangan langsung dari korban.  Jika masih hidup dan korban masih di luar negeri, pihaknya akan menunggu sampai pulang. Hal ini menunjukkan posisi korban penting  dihadirkan dalam proses pemeriksaan. Namun demikian, satu satunya harapan adalah pihak keluarga.

Namun proses penyelidikan itu juga akan tergantung sikap kooperatif keluarga. Harus ada kesadaran langsung dari keluarga untuk melaporkan kasus tersebut ke pihaknya. Sebab dengan dasar laporan itu akan dilakukan tindaklanjut dengan penyelidikan.

Tragedi kebakaran itu terjadi Jumat pagi waktu setempat. Informasi dari Satgas Konsulat Jendral RI di Jeddah, Nur Hakim Nur Ali, kebakaran dipicu korsleting Air Conditioner (AC) di salah satu kamar mess para TKW. Sebagian korban terjebak dalam kamar, sebagian sempat menyelamatkan diri. Keempat korban luka bakar semuanya berasal dari Lombok, NTB.

 Korban adalah Kaini Binti Basar Senah alamat Lingkungan Wakul, Kurahan Renteng, Kecamatan Praya, Kab Lombok Tengah,  Ida Royani  asal Lingkungan Grantuk, Kelurahan Renteng, Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Dua lainnya, Tari Asmiyanti asal Kampung Baru  Kelurahan Sasake, Kecamatan Praya Tengah dan Siti Nurjanin Samium Imah asal Kelurahan Jango Kecamatan Praya  Tengah. (ars)