Empat Terkonfirmasi Positif Covid-19, 2.200 PMI Asal NTB Dipulangkan dari Malaysia

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak empat orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang dipulangkan dari Malaysia terkonfirmasi positif Covid-19. Pemprov mencatat sebanyak 2.200 PMI asal NTB yang akan dipulangkan dari Malaysia secara bertahap tersebut  karena sudah habis masa kontraknya.

Sementara empat PMI yang positif terpapar virus Corona tersebut merupakan bagian dari 81 PMI yang dikarantina di Asrama Haji NTB. Mereka menjalani karantina selama lima hari dan dilakukan test swab selama dua kali, yaitu sebelum karantina dan sesudah karantina.

‘’Ada yang positif 4 orang dan sudah kita rawat. Yang lain negatif, kita pulangkan,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., dikonfirmasi usai penyerahan SK Perhutanan Sosial di kantor Gubernur, Kamis, 7 Januari 2021.

Eka menyebutkan,ada 81 PMI asal NTB yang dikarantina di Asrama Haji. Pada Kamis, 7 Januari 2021, mereka sudah genap dikarantina selama lima hari. Dari hasil test swab yang dilakukan, sebanyak empat orang PMI asal Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Utara terkonfirmasi positif Covid-19.

Sehingga mereka dipindahkan ke ruang isolasi Rumah Sakit Darurat Asrama Haji. Keempat PMI tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 gejala ringan atau orang tanpa gejala.

Eka menambahkan, pada Kamis, 7 Januari 2021, kembali datang 165 PMI asal NTB dari Malaysia. Setelah sampai dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, mereka langsung dibawa ke Asrama Haji untuk dikarantina selama 5 hari. “Total sebanyak 2.200 orang PMI katanya yang akan datang,” sebut Eka.

Bagi PMI asal NTB yang dipulangkan melalui Jakarta atau Bali, maka mereka akan dikarantina selama lima hari di daerah tersebut. ‘’Selama ini Bali dan Jakarta yang mengkarantina. Tetapi karena ini sekarang aturan baru, penerbangan langsung kita karantina,’’ katanya.

Eka mengatakan, pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri memang cukup diwaspadai untuk mencegah penularan Covid-19. Pemprov NTB menyiapkan dua lokasi karantina bagi pelaku perjalanan.

Bagi pelaku perjalanan luar negeri, seperti PMI, mereka dikarantina di Asrama Haji NTB. Sedangkan bagi pelaku perjalanan dalam negeri atau wisatawan domestik, bagi yang reaktif mereka dikarantina di Bapelkes NTB.

Ia menyebutkan, kapasitas karantina di Asrama Haji sebanyak 500 tempat tidur. Itu di luar RS Darurat Asrama Haji yang ada sekarang. Bagi yang positif maka langsung dipindah ke ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji.

Dibandingkan pelaku perjalanan luar negeri, justru pelaku perjalanan dalam negeri yang ditemukan banyak terkonfirmasi positif. Eka menyebutkan dari 42 pelaku perjalanan dalam negeri yang ditemukan reaktif hasil uji rapid test antigen, sebanyak 34 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Artinya, 82 persen pelaku perjalanan dalam negeri yang reaktif, terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal ini, menurutnya menjadi warning atau peringatan. ‘’Artinya, salah satu peran pelaku perjalanan tanpa gejala sebagai sumber penularan terbukti. Makanya mari kita menjaga dan mencegah. Kalau misalnya rapid antigen positif, lanjutkan dengan test swab,’’ ujarnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here