Empat Tahun Tak Digaji, Penjaga Tanam Jagung di Makam Pahlawan

Bima (Suara NTB) – Lantaran tidak digaji atau diberikan insentif selama empat tahun bekerja. Menjadi alasan penjaga lepas Taman Makam Pahlawan (TMP) Palibelo, Yamin (65) menanam tanaman jagung di area TMP setempat.

Sebelum menanam jagung pada lahan seluas 20 are tersebut. Yamin mengatakan, terlebih dahulu meminta izin kepada Kepala Dinas Sosial saat itu yakni H. Rusdy sekitar tahun 2015 lalu. “Mendapat izin saya dan Istri langsung menamam. Kalaupun tidak diizinkan mana mungkin juga kami menanam,” katanya.

Iklan

Menurutnya hasil dari jagung tersebut dapat dijual untuk mencukupi kebutuhan. sehari-hari. Serta membiayai sekolah para anaknya. Karena sejak tahun 2012 bekerja sebagai penjaga makam, Ia mengaku tidak pernah diberikan insentif oleh Pemerintah.

“Awal pertama masuk dijanjikan akan digaji perbulan. Tapi tidak pernah terealisasi. Hanya bulan kemarin baru mendapat insentif sebesar Rp 500 ribu,” ujarnya.

Warga Desa Teke Kecmaatan Palibelo ini mengaku, pada saat pertama kali menjaga. TMP tersebut kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak terurus. Banyak kotoran sapi berserakan dan ilalang yang tumbuh.

“Saya bersama sang istri dan sesekali dibantu anak saya membersihkan meskipun mengeluarkan biaya sendiri. Hanya ingin TMP ini tetap rapi dan bersih,” katanya.

Sementara Camat Palibelo Drs. H. Zainudin mengaku, sikap Yamin yang menanam jagung di tempat tersebut ditentang dan mendapat penolakan dari warga. Karena tidak semestinya area makam pahlawan dijadikan tempat bercocok tanam.

“Warga menyesalkan TMP ini dijadikan tempat juga lokasi menanam jagung. Karena masih ada lahan lain yang bisa digarap,” katanya.

Agar tidak menjadi perdebatan panjang. Pihaknya langsung menemui Yamin untuk mencarikan solusi. Dari pertemuan tersebut terdapat beberapa kesepakatan. Salah satunya area itu harus bersih dari tanaman jagung.

Lagipula, lanjut Camat, jagung yang ditanam tersebut tengah memasuki masa panen serta tidak diberikan ganti rugi. Sehingga usai pertemuan langsung dilakukan pembersihan bersama anggota Pol PP dan Yamin sendiri.

“Kini kondisinya sudah kembali sedia kala. Kami sudah mengimbau agar kedepan TMP ini, tetap ditata dengan baik. Tidak ada kegiatan bercocok tanam maupun yang lainnya,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, menyesalkan adanya aktivitas bercocok tanam di area TMP tersebut. Hanya saja, hal itu akan menjadi bahan evaluasi pihaknya kedepan. “Ini menjadi bahan evaluasi bagi OPD yang memiliki tanggung jawab untuk mengelola tempat ini,” katanya.

Selain itu, Bupati juga sudah memerintahkan kepada OPD terkait agar TMP tersebut tetap diawasi secara terus menerus dan memastikan tidak ada aktivitas lainnya selain tempat pemakaman. “Kami pastikan ini merupakan terakhir adanya persoalan ini,” pungkasnya. (uki)