Empat Sekawan dan KNPI Lobar Gelar Aksi Cinta NKRI

Aksi empat sekawan memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia ke-75. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Memperingati detik-detik proklamasi tanggal 17 Agustus 2020, empat Sekawan terdiri darí Tuan Guru Taisir (TGT), Tuan Guru Pattimura (TGP), Tuan Guru Subki (TGS) dan UAS (Ust. Ari Suhaimi) bersama KNPI menggelar aksi cinta NKRI. Aksi ini berawal dari ide empat sekawan dengan tujuan mengajak masyarakat membuktikan cinta kepada NKRI dalam mengisi kemerdekaan.

Detik-detik proklamasi pun berlangsung tepat pukul 10.17 WIB atau 11.17 WITA. Peringatan ini mengambil momen, saat teks proklamasi dibacakan Soekarno didampingi Mohammad Hatta di sebuah rumah, Jalan Pegangsaan Timur, yang sekarang sudah menjadi Jalan Proklamasi.

Iklan

Aksi empat sekawan diawali dengan menghentikan arus lalu lintas dari arah barat dan timur simpang empat Cakranegara Mataram. Mendekati pukul 11.17 Wita, seluruh pengendara yang melintas harus berhenti di tempat. Sebagian pengendara motor, bahkan ada yang turun dari kendaraannya. Mengambil sikap siap untuk hormat bendera merah putih.

Tepat pukul 11.17 Wita, sirine berbunyi. Menandakan teks proklamasi yang pernah dibacakan Soekarno. Anggota KNPI Lobar bersama para tuan guru, khidmat mendengarkan teks proklamasi. Dengan semangat, mereka juga menyanyikan lagu Indonesia Raya.

”Momen ini membuat kita terharu. Merasakan bagaimana perjuangan pahlawan-pahlawan bangsa untuk kemerdekaan Indonesia,” tutur Ari Suhaimi, Ketua KNPI Lobar.

Ari menuturkan, kemerdekaan yang diraih sekarang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Terutama untuk generasi pemuda. Tunjukkan hal-hal positif untuk kemajuan daerah. Juga bangsa dan negara.Apalagi di tengah pandemi covid yang sekarang melanda Indonesia. Pemuda harus ikut berperan. Mencegah penyebaran covid lebih luas lagi. Dengan cara mematuhi seluruh protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Tuan Guru Subki, dalam orasi singkatnya setelah detik-detik proklamasi mengatakan, kemerdekaan hari ini bukan milik suku tertentu. Juga agama tertentu. Tapi, milik seluruh rakyat Indonesia.

“Kemerdekaan ini harus terus diperjuangkan. Terlepas dari suku, agama, kepentingan lainnya,” kata Subki.

Setelah detik-detik proklamasi, peringatan kemerdekaan dilanjutkan ke Taman Makam Pahlawan, di Majeluk. Di sini, para tuan guru dan anggota KNPI Lobar mendoakan pahlawan yang sudah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional