Empat Personel Polres Dompu Terancam Dipecat

Rusdi.(Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Setelah sebelumnya salah seorang anggota Polres Dompu, dipecat tidak dengan hormat lantaran meninggalkan tugas lebih dari 30 hari secara berturut-turut. Dalam waktu dekat empat personel lainnya terancam mendapat sanksi serupa. Mereka Bripda AR, Bripka IR, Brigadir DHS dari satuan Sabhara dan Bripka IPB di Polsek Huu.

Wakapolres Dompu, AKBP. Nurdin Sennang melalui Kasi Propam, Ipda Rusdi, SH., kepada wartawan di kantornya, Senin, 3 Februari 2020 menyampaikan, selain telah melanggar disiplin keempat orang ini diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Termasuk kedapatan berselingkuh dengan istri salah seorang warga. “Empat orang ini akan kita ajukan PTDH,” ungkapnya.

Iklan

Sanksi PTDH bagi personel yang melanggar kode etik kepolisian ini, belum sampai pada tahap pengusulan ke Polda NTB. Mereka akan menjalani sidang etik terlebih dahulu untuk kemudian dimintakan saran hukum pimpinan terkait sanksi pemecatan.

Selain AR, IR, DHS dan IPB terdapat lima orang lain yang akan menjalani sidang disiplin karena tidak masuk kerja selama 30 hari berturut serta kedapatan positif mengkonsumsi zat jenis Aphefitamin dan Methafitamin yang terkandung dalam narkotika. “Untuk pelanggaran disiplin ada lima orang, tapi satu orang sudah meninggal dunia sehingga di SP3. Jadi sisanya empat orang saja,” jelasnya.

Banyaknya personel Polres Dompu yang mendapat sanksi pemecatan, terang Rusdi, buah pengawasan yang diperketat pihaknya selama beberapa tahun terakhir. Baik pada saat apel pagi maupun bertugas di lapangan dan ruang kerja. Karena tak sedikit juga personel yang kedapatan bolos saat jam kerja.

Upaya pembinaan dengan pendekatan kekeluargaan sudah sering dilakukan, hanya saja tak mampu memberi perubahan apa-apa. Mereka terus mengulangi perbuatannya sehingga dengan terpaksa harus diambil langkah pemecatan tidak dengan hormat. “Karena ndak mau dibina ya dibinasakan saja (dikeluarkan),” pungkasnya. (jun)