Empat Penyelam Nyaris Hilang, Nelayan Sekotong Belum Ditemukan

DISELAMATKAN - Tim penyelam yang berhasil diselamatkan setelah lama mengapung di laut. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Sampai hari ketiga pencarian Deni Alkarim (27), salah seorang nelayan  asal Labuan Poh Desa Batuputih Kecamatan Sekotong yang tenggelam di perairan Labuan Poh Sabtu,  10 November lalu belum juga berhasil ditemukan oleh tim SAR bersama kepolisian dan warga yang ikut membantu pencarian. Bahkan, empat diver atau penyelam yang ikut melakukan pencarian sempat hilang terbawa arus. Untungnya empat orang diver yang berasal dari warga setempat berhasil ditemukan di perairan Pantai Batu Bata yang terletak di perbatasan Desa Pelangan dengan Buwun Mas. Kondisi ke empat penyelam lemas, karena lama mengapung di laut.

Korban melaut Sabtu sekitar pukul 09.00 lebih. Korban yang pergi memancing ikan bersama rekannya tersebut diduga terjatuh dari sampan akibat kail pancingnya tersangkut di karang. Akibat derasnya arus korban pun terjatuh dan ikut terseret ombak.

Iklan

Informasi yang diperoleh dari Inaq Penah, salah seorang keluarga korban bahwa korban berangkat memancing dari rumah hari Sabtu sekitar pukul 07.00 pagi. Korban berangkat berdua bersama salah satu temannya. Ia mengaku sudah was-was, sebab sampai pukul 09.00 korban belum juga pulang. Sebab biasanya, korban sudah kembali memancing ikan sekitar pukul 09.00-10.00. Sekitar pukul 09.00 lebih, teman korban pulang dan memberitahu ke keluarga bahwa korban tenggelam di laut.

epala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya membenarkan kejadian ini. Sejak menerima laporan, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dengan menerjunkan ABK dari Rescue Boat 220 Mataram dan tim rescue ke lokasi kejadian dengan menggunakan 2 unit rubber boat. Selain itu, pihak Kepolisian, BPBD Lombok Barat, masyarakat setempat dan pihak terkait lainnya juga ikut membantu dalam proses pencarian.

Untuk pencarian hari ketiga ini, pihak SAR tidak melakukan penyelaman mengingat cuaca dan arus bawah laut yang cukup kencang. Namun pencarian dilakukan dari permukaan laut menggunakan RB 220 Mataram, rubber boat dan juga peralatan dan armada dari potensi unsur terkait yang ikut dalam pencarian. Ia menambahkan pencarian bakal dilakukan selama 7 hari,seandainya tidak memungkinkan untuk melakukan penyelaman karena arus yang kencang pihak SAR masih bisa lakukan pencarian dari permukaan laut dan penyisiran di sepanjang pesisir pantai. (her)