Empat Pedagang Tuak di Mataram Dihukum Kurungan

Mataram (suarantb.com) – Empat pedagang tuak menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Jumat, 26 Mei 2017. Empat pedagang tuak ini disebut melanggar Perda Nomor 2 tahun 2015 pasal 17 tentang larangan mengedarkan, menjual dan mengkonsumsi minuman beralkohol. Sidang ini merupakan kelanjutan dari operasi penertiban yang dilakukan awal pekan lalu.

Dalam Pasal 30 Perda tersebut, sanksi untuk para pelanggar ialah pidana paling lama enam bulan penjara dan atau denda Rp 50 juta. Tapi hakim memutuskan empat pedagang tersebut dihukum dengan kurungan selama sebulan dan denda sebesar Rp 500 ribu.

Iklan

“Yang disidang tadi adalah melanggar Pasal 17 Perda 2 tahun 2015 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol,” kata Kepala Seksi PPNS Satpol PP Kota Mataram, Sutrisno.

Dalam sidang tersebut ada salah satu terpidana tidak hadir. “Empat tersangka itu tiga hadir, yang satu diputuskan secara in absentia,” kata Sutrisno.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP kota Mataram, Lalu M. Zakir berharap dengan putusan ini ada efek jera bagi warga Mataram yang melanggar Perda. Baik yang tetap menjual tuak maupun jenis pelanggaran lain.

“Harapan kami selaku aparat mudahan-mudahan dengan putusan ini, tadi yang hadir maupun yang tidak hadir, mudah-mudahan didengar supaya ada efek jeranya. Bukan terhadap pedagang tuak ini saja, setiap pelanggaran Perda,” jelasnya. (mai)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional