Empat Paus Terdampar di Teluk Bima

Tampak bangkai paus terdampar di pesisir Teluk Bima, Minggu, 26 September 2021.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Dua pekan terakhir warga Kabupaten/Kota Bima, dihebohkan penemuan empat ekor paus terdampar di Teluk Bima. Satu dalam keadaan hidup, sementara tiga lainnya mati dan sudah mengeluarkan aroma busuk.

Kepala BKSDA NTB Seksi Konservasi Wilayah III Bima-Dompu, Joko Iswanto kepada wartawan di kantornya mengaku, belum mengetahui jelas penyebab paus-paus itu terdampar di Teluk Bima.

Iklan

Namun kuat dugaan fenomena ini terjadi karena paus tersebut terpisah dari koloninya saat bermigrasi ke Teluk Bima. “Mengingat Teluk Bima yang panjang dan pintu keluar kecil, besar kemungkinan paus itu kesulitan menemukan jalan keluar,” terangnya.

Menyusul dari empat paus yang ditemukan terdampar, tiga di antaranya dalam kondisi mati bahkan sudah mengeluarkan aroma busuk, Joko Iswanto mendorong instansi terkait untuk melakukan pengkanjian, apakah itu faktor air laut atau ada persoalan lain.

Saat ini, BKSDA NTB masih fokus menyisir Teluk Bima, mencaritahu keberadaan koloni paus lain untuk diarahkan ke luar laut lepas. “Kemungkinan masih ada paus yang belum keluar dari Teluk Bima,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kelembagaan dan Investasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima, Ali Mahdi yang dikonfirmasi mengatakan, jajarannya sedang membentuk tim bersama BPSPL Denpasar untuk menyisir Teluk Bima. Jika ada yang masih terdampar akan langsung digiring keluar laut lepas.

Menurutnya, mamalia laut jenis ini tidak kuat bertahan hidup di daerah tropis seperti Teluk Bima. Karena air lautnya terlalu panas, berbeda halnya di laut lepas, mereka bisa leluasa bergerak dan suhu air lebih rendah.  “Paus biasanya hidup dan berkembang di laut lepas, bukan di teluk,” jelasnya.

Menyangkut adanya luka tusuk pada bagian ekor dari salah satu paus yang ditemukan mati di Pantai Soromandi beberapa waktu lalu, Ali Mahdi menduga akibat terkena karang atau menabrak sampah kayu setelah stres mencari jalan keluar menuju laut lepas. “Bisa saja begitu. Kita sudah ambil sampelnya untuk diteliti lebih lanjut,” tandasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional