Empat Korban TPPO asal NTB Dipulangkan, Satu Orang Patah Kaki

korban TPPO Sitti Umi Kulsum yang sempat dirawat di Damaskus akibat patah kaki kanan. (Ist_satgas tppo)

Mataram (suarantb.com) – KBRI Damaskus, Suriah Kamis 30 Mei 2019 memulangkan sedikitnya empat korban Tindak Pidana Perdagangn Orang (TPPO). Diperkirakan para korban akan tiba Senin 3 Mei 2019.

Proses pemulangan Butuh Migran Indonesia (BMI) itu akan menggunakan maskapai Etihad Airways, melalui Beirut menuju Abu Dhabi. Kemudian dari Abu Dhabi ke Jakarta diperkirakan tiba Jumat 31 Mei pukul 15.55 Wita. Korban dipulangkan bertahap Minggu 2 Juni hingga Senin 3 Juni ke daerah masing masing.

Iklan

Identitas para korban Sitti Umi Kulsum, Paspor C0466715 alamat Dusun Kwang Rase Desa Wajageseng, Kopang Lombok Tengah. Korban mengalami nasib tragis akibat jatuh dari apartemen dan mengalami patah kaki kanan.

Korban kedua Faridah binti Arsad Mundur. Paspor B 4583230 asal Dusun Campa Desa Baka Jaya, Bima.

Ketiga, korban atasnama Aisyah binti Mansyur Ismail, Paspor B 4958570 alamat Dusun Pernang Labuhan Burung, Buer Sumbawa.

Terakhir, Nurhayati binti M. Musa, Paspor B 8050993 asal Desa Mbawi, Dompu.

Ketua DPW Satgas TPPO NTB Jumadil dihubungi Suara NTB Minggu 2 Juni 2019 mengaku saat ini terus memantau perkembangan pemulangan para korban. Fokus perhatiannya pada Sitti Umi Kulsum yang mengalami nasib tragis. Informasi dari keluarga, korban alami kecelakaan setelah terkejut mendengar suara ledakan bom. Maklum hingga saat ini negara itu sedang bergolak dilanda peperangan. Korban jatuh dari ketinggian dan alami patah kaki kanan dan sempat di rawat di rumah sakit setempat.

Timnya sudah ke rumah korban di Kopang untuk mengumpulkan informasi tambahan. “Besok rencana Umi Kulsum akan tiba di kampung halamannya. Kami akan lakukan pendampingan,” jelasnya.
Kasus ini rencananya akan dilaporkan ke Polisi untuk meminta tanggungjawab pihak pihak yang terlibat dalam proses pengiriman korban secara ilegal. (ars)