Empat Kecamatan di Kabupaten Bima Zona Merah

M. Chandra Kusuma.(Suara NTB/Dok)

Bima (Suara NTB) – Penyebaran virus corona di wilayah Kabupaten Bima semakin meluas. Hal itu menyusul bertambahnya jumlah pasien yang dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Swab.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bima, M. Chandra Kusuma M.AP, mengatakan jumlah zona merah virus corona di Kabupaten Bima kini menjadi empat Kecamatan, menyusul adanya sejumlah tambahan pasien postif corona. “Sebarannya ada empat dari 18  Kecamatan,” katanya kepada Suara NTB, Senin, 27 April 2020.

Iklan

Ia menyebutkan empat Kecamatan di Kabupaten Bima yang masuk zona merah covid-19 tersebut antara lain Bolo dengan sembilan pasien positif covid-19. Kemudian Kecamatan Sanggar tiga orang serta Soromandi dan Lambu masing-masing satu pasien.

“Total pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bima ada 14 orang yang tersebar di empat Kecamatan,” katanya.

Chandra mengaku, belasan pasien positif yang corona tersebut merupakan klaster Gowa. Selain itu sebagian yang terpapar Corona merupakan kerabat terdekat seperti istri dan anak klater Gowa. “Rata-rata dari klaster Gowa,” ujarnya.

Dalam mencegah penyebaran lebih luas, kini sebagian wilayah Kecamatan yang masuk zona merah tersebut telah menerapaln lockdown berbasis lingkungan. Bahkan Desa yang terdapat warganya klaster Gowa lebih dulu memberlakukan karantina lingkungan.

“Sebelum dinyatakan warganya positif sebagian Desa langsung menerapkan karantina lingkungan. Membatasi keluar masuk wargan,” ujarnya.

Selain itu tambah dia, pihak Tim Gugus Tugas bersama Puskesmas, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa segera melacak lebih dalam siapa dan dimana saja, pasien positif covid-19 berinteraksi. Terutama kerabat dekat klaster Gowa seperti anak dan istrinya.

“Langkah ini dilakukan untuk memudahkan kita melakukan karantina dan melakukan tes cepat,” pungkasnya. (uki)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional