Empat Kasus Dugaan Korupsi Naik Sidik

M. Rayendra. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Satreskrim Polres Bima Kota, telah meningkatkan status empat kasus dugaan korupsi yang telah melalui proses penyelidikan ke tahap penyidikan atau Sidik. Empat kasus tersebut yakni dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Kalodu dan Waduruka. Kemudian dana Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Koroko Mas dan Yayasan Al -Madinah milik oknum anggota DPRD Kabupaten Bima serta dugaan korupsi pada Program Keluarga Harapan (PKH).

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu M. Rayendra Rizqilla Abadi Putra, S. Tk., S. IK., kepada wartawan di mapolres, Rabu, 25 Agustus 2021 menyampaikan, dari sejumlah kasus dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat dan telah melalui proses penyelidikan tersebut, baru empat kasus naik status ke tahap penyidikan. “Kasus korupsi tahun ini yang sudah kita tangani dan sedang berjalan untuk sidik empat kasus,” ungkapnya.

Iklan

Dari empat kasus tersebut, untuk dugaan korupsi ADD Desa Kalodu progresnya sudah sampai pengecekan fisik bersama tim ahli terkait item yang menjadi sumber penyimpangan. Sementara ADD Desa Waduruka, penyidik masih menunggu hasil audit BPKP untuk kemudian melakukan gelar perkara dan penetapan tersangka.

Sementara kasus dugaan korupsi dana PKBM Karoko Mas dan Yayasan Al-Madinah milik oknum anggota dewan dengan sumber anggaran dari Kemendikbud. M. Rayendra mengatakan, terakhir penyidik sudah melakukan ekspos bersama BPKP, sehingga tinggal menunggu hasilnya.

Sedangkan kasu dugaan korupsi dana PKH, penyidik sebetulnya sudah melayangkan surat panggilan terhadap tersangka, namun rupanya yang bersangkutan tidak berada ditempat. Informasi yang diperoleh tersangka berada di luar negeri, karena penyidik langsung menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO). “Ini sudah setahun dan tahun ini kita terbitkan DPO-nya,” jelas dia.

Disinggung kronologi terungkapnya kasus dugaan korupsi PKH, M Rayendara mengaku belum mengetahuinya secara detail karena baru menerima berkas dari anggota. Prinsipnya, empat kasus tersebut telah naik status dari penyelidikan ke tahap penyidikan. “Kalau berbicara lidik banyak sekali. Cuma tahun ini kita kejar masalah sidik dulu, supaya ini selesai. Karena juga anggaran kita masalah sidik terserap semua,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional