Empat Kasus Dugaan Korupsi di Loteng Segera Naik Status

Praya (Suara NTB) – Upaya penyelidikan terhadap sejumlah kasus dugaan korupsi oleh jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng) mulai membuahkan hasil. Dari sekitar 8 kasus dugaan korupsi yang masuk tahap penyelidikan, setengah di antaranya bakal segera naik status menjadi penyidikan.

Hal itu diungkapkan Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, S.H.SIK.M.H., kepada Suara NTB, Senin, 13 November 2017.

Iklan

Hanya saja, karena masih dalam proses pendalaman, Kapolres Loteng masih belum bersedia mengungkap kasus dugaan korupsi mana saja yang akan segera naik ke tahap penyidikan. “Perkembangan terakhir kasus mana saja sudah akan naik penyidikan belum saya cek. Tapi yang jelas ada,” ujarnya.

Diakuinya sejuah ini pihaknya memang tengah menyelidikan sejumlah kasus dugaan korupsi. Dan, dalam melalukan penyelidikan ada aturan dan metodenya yang dijalankan. Pihaknya pun berharap, proses hukum yang tengah dijalankan pihaknya tidak membuat takut para penyelenggara negara di daerah ini. “Selama penggunaan anggaran tersebut benar dan sesuai aturan, jangan takut menggunakan anggaran,” ujarnya mengingatkan.

Ditegaskanya, penuntasan kasus dugaan korupsi memang menjadi atensi jajarannya. Selain penyelesaian kasus-kasus pidana umum lainnya, karena korupsi selalu mendapat perhatian khusus dari masyarakat.

 Untuk penyelesaian kasus dugaan korupsi, sampai sejauh ini setidaknya sudah ada dua kasus yang bisa dituntaskan. Di antaranya kasus dugaan korupsi Prona lanjutan Desa Lajut Praya Tengah, serta dugaan pungli Desa Pemepek ditambah kasus dugaan korupsi ADD Desa Langko Kecamatan Janapria.

“Khusus untuk ADD Desa Langko penyidikan sudah selesai tinggal menunggu hasil perhitungan kerugian negara oleh BPK RI perwakilan NTB,” tambah Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., di tempat yang sama. Begitu hasil dari BPK RI keluar, pihaknya akan langsung melimpahkan ke kejaksaan. (kir)