Empat Kasus Dana RTG Lombok Utara Masih Penyelidikan

Elyas Ericson (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Empat kasus dana rehab rekon pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) Lombok Utara masih dalam penyelidikan. Beberapa diantarnya pembangunan dilanjutkan aplikator. Kekurangan pekerjaan ditutupi. Awalnya kasus ditangani karena aplikator meninggalkan pekerjaan sehingga tidak sesuai dengan surat perjanjian kerja (SPK).

Kasatreskrim Polres Lombok Utara AKP Elyas Ericson menyatakan, kasus masih dalam penyelidikan. Walaupun, pembangunan RTG yang awalnyad ditinggalkan aplikator itu dilanjutkan lagi.

Iklan

“Jadi itu kan ada yang baru 50 persen progres. Aplikatornya pergi. Sudah terima (pembayaran) yang 50 persen itu. Yang sisanya itu yang tidak dikerjakan,” ungkapnya saat ditanyai akhir pekan lalu.

Atas dasar itu kasus dilaporkan. Namun, Pokmas hanya membayarkan sebagian. Sebagian sisa dananya diberikan kontrak kepada aplikator lain untuk menyelesaikan sisa pekerjaan.

“Untuk pembangunannya yang tidak selesai itu dilanjutkan lagi. Kita menunggu pekerjaan selesai. penyelidikannya masih (jalan),” terang Elyas.

Dalam tahap penyelidikan itu, hli konstruksi sudah dilibatkan untuk menghitung capaian fisik pekerjaan RTG. Klarifikasi saksi diantaranya, anggota Pokmas penerima bantuan dana, ketua dan bendahara Pokmas, fasilitator, aplikator, dan toko bahan bangunan.

Penyidik masih mengumpulkan data lapangan. Termasuk diantaranya klarifikasi saksi dari Pokmas penerima bantuan dana RTG, warga penerima bantuan, fasilitator, aplikator, dan toko bahan bangunan.

Kasus yang ditangani itu antara lain dugaan markup spesifikasi bangunan RTG salah satu Pokmas di Desa Malaka, Pemenang, Lombok Utara. Dugaan penipuan pembangunan RTG di Kayangan, Lombok Utara. Serta dugaan penyimpangan bantuan dan dugaan bangunan tidak sesuai spek dan dugaan penyimpangan dana rehab rekon di empat desa di Lombok Utara. (why)