Empat Karya Budaya NTB Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Bidang Kebudayaan Dikbud NTB, Azizuddin (tengah) mewakili Pemprov NTB menerima anugerah penghargaan dari Kemendikbud dengan ditetapkannya empat karya budaya NTB sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Empat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari NTB memperoleh anugerah penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Anugerah itu diberikan dalam Pertemuan Pemangku Kepentingan Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Perlindungan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI, sejak Senin, 15 Maret 2021 sampai dengan Rabu, 17 Maret 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., menyampaikan, setiap provinsi mengajukan WBTB bervariasi sesuai urgensi anggaran atau kepentingan tiap provinsi. Khusus NTB, di tahun 2020 mengajukan lima WBTB dan mendapatkan empat anugerah penghargaan dari Kemendikbud yang ditetapkan secara nasional.

Iklan

Empat karya budaya itu yaitu, Perang Topat dan Tari Gandrung Lombok yang merupakan WBTB Lombok Barat, Perang Timbung dari Lombok Tengah, dan Barempuk dari Kabupaten Sumbawa.

“Selamat dan sukses kabupaten/kota yang menerima anugerah ini, dan semoga menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota yang lainnya,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Dikbud NTB, Achmad Fairuz Abadi, SH., menyampaikan, untuk pengajuan penetapan WBTB Nasional tahun 2021 bisa diajukan pada pertengahan Agustus 2021. “Semoga NTB dapat mengajukan minimal 10 WBTB NTB dengan dukungan dan kolaborasi antara Bidang Kebudayaan kabupaten/kota dengan Bidang Kebudayaan Dikbud NTB,” ujarnya.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Bidang Kebudayaan Dikbud NTB, Azizuddin S.Pd., M.Kes., mewakili Pemprov NTB menghadiri acara tersebut dan menerima anugerah. Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Ketua PPK Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Sesditjen Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud RI untuk penyerahan Anugerah Wilayah Sulawesi, Bali, NTB dan Papua.

Menurutnya, NTB memiliki karya budaya sebanyak 200 karya, yang sudah ditetapkan secara nasional sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sebanyak 15 karya sejak 2013-2020. Tujuan dari anugerah atau penetapan warisan budaya tak benda ini untuk perlindungan karya budaya nusantara agar tidak bisa diklaim pihak lain.

“Untuk tahun 2020, jumlah karya budaya yang ditetapkan sejumlah 153 karya dan sejak 2013-2020 Indonesia sudah menetapkan 1.239 Karya Budaya yang ditetapkan menjadi Warisan budaya taka benda Indonesia,” jelas Azizuddin.

Azizuddin juga menjelaskan, untuk proses penetapan warisan budaya tak benda Indonesia, setiap provinsi mengajukan WBTB yang dimiliki sesuai kemampuan anggaran dan target penetapan WBTB masing-masing provinsi. Kemudian mengisi borang yang sudah ditentukan dari pemerintah pusat. Daerah melengkapi semua dokumen pendukung dari objek diusulkan, termasuk penuturan maestro atau pewaris dari WBTB tersebut. Selan juga dukungan dari kajian ilmiah dari peneliti.

“Selain administrasi di borang, bukti dokumen pendukung yang diperhitungkan adalah video dan foto-foto yang terkait objek atau WBTB yang diusulkan,” ujar Azizuddin.

Setelah proses pengajuan, akan dianalisa oleh tim ahli di pusat. Jika masuk kategori akan dipanggil untuk mengikuti sidang pertanggungjawaban WBTB yang diusulkan. “Untuk NTB dari lima yang diusulkan berhasil dipertanggungjawabkan dan dipenuhi beberapa kekurangan untuk penyempurnaan. Sidang WBTB untuk NTB di tahun 2020 dilakukan melalui daring dihadiri oleh Bidang Kebudayaan Dikbud NTB dan Bidang Kebudayaan Kab/Kota yang mengajukan,” ujarnya. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional