Empat Dukcapil di NTB Masuk Kinerja Level Tiga

Tresnahadi (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Empat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) di Provinsi NTB mendapat penilaian kinerja level 3. Dinas yang mendapat penilaian level 3 ini adalah, Dinas Dukcapil Lombok Utara, Dukcapil Kota Mataram, Dukcapil Sumbawa Barat dan Dukcapil Kota Bima.

Plt. Kadis Dukcapil Lombok Utara, Tresnahadi, S.P., Senin, 4 Januari 2021 mengatakan, kinerja level tiga merupakan kinerja yang lebih baik. Sebab Kementerian Dalam Negeri menetapkan standar penilaian pada 4 level saja.

“Berdasarkan hasil penilaian kinerja oleh Kemendagri yang dilakukan setiap bulan, KLU masih level 3. Hanya ada 4 kabupaten/kota yang mendapat level 3, sisanya masih di level 2,” ujar Tresnahadi di ruang kerjanya.

Berdasarkan penilaian Kemendagri, terdapat beberapa indikator yang menjadi tolak ukur keberhasilan pelayanan Dukcapil di daerah. Antara lain, perekaman e-KTP ditargetkan minimal 98 persen, pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) minimal 20 persen, pencetakan akta kelahiran ditargetkan 92 persen, pelayanan tanda tangan elektronik terhadap minimal 18 dokumen, serta pelayanan dokumen memanfaatkan kertas putih.

Untuk Lombok Utara, perekaman e-KTP telah terpenuhi mencapai 98 persen, KIA terpenuhi 62 persen, akta kelahiran tercapai 96,13 persen. Sementara pada pelayanan tanda tangan elektronik 18 dokumen sudah terpenuhi serta pelayanan kertas putih sudah dilakukan, yakni dokumen negara berupa akta, KK, KIA, Surat keterangan meninggal sudah menggunakan kertas HVS.

“Target Kemendagri sudah kita penuhi, sehingga Dukcapil KLU mendapat penilaian kinerja level 3. Kita menargetkan bisa ke level 4. Indikatornya sama, hanya persentasenya saja yang bertambah lebih tinggi,” paparnya.

Sebagai Plt Kepala Dinas, Tresnahadi mengakui target peningkatan level tahun ini sudah diserukan kepada jajarannya pada apel hari pertama – awal tahun 2021, Senin kemarin. Ia mengajak seluruh staf, untuk meningkatkan motivasi pelayanan untuk mendukung tertib Adminduk warga Lombok Utara. “Kita tekankan, tahun ini pelayanannya harus lebih baik dari tahun kemarin. Kita upayakan tahun ini naik ke level 4,” imbuhnya.

Guna menambah persentase, Dukcapil akan memberikan pelayanan lebih dekat ke masyarakat. Agenda sebelumnya, perekaman dilakukan di desa dan sekolah, tetap akan dilanjutkan.

“Tentu ada apresiasi dari naiknya level ini. Misalnya tahun ini, DAK non fisik yang diberikan Kemendagri meningkat dari Rp 1,2 miliar menjadi Rp 1,8 miliar. Semakin bagus levelnya, apresiasinya mungkin akan semakin besar,” jelasnya.

Untuk memenuhi target itu, Dukcapil Lombok Utara hanya terkendala pada sarpras terbatas. Misalnya, alat rekam e-KTP adalah alat lama. Pihaknya berharap, ada dukungan dari pusat untuk memperbarui, sehingga kelancaran perekaman tidak menemui hambatan. “Ada niat kita mengajukan pembaruan, tapi masih terkendala anggaran. Kalau memakai yang ada dengan target melampaui target nasional, sepertinya cukup berat,” tandasnya. (ari)