Empat Daerah di Sumbawa Zona Merah, 1.239 Warga Terpapar Covid-19 di NTB Belum Ditemukan

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Covid-19 Provinsi NTB menyebutkan, jumlah kasus aktif atau pasien yang masih isolasi dalam perawatan sebanyak 1.033 orang, berdasarkan data sampai Rabu, 20 Januari 2021. Satgas  mencatat, angka reproduksi atau reproduction number kasus Covid-19 di NTB sebesar 1,2.

Artinya, dalam satu kasus positif yang ditemukan menularkan kepada satu orang lebih. Sehingga, ada sekitar 1.239 kasus positif yang masih belum ditemukan di NTB.

Iklan

‘’Karena reproduction number kita 1,2. Dengan adanya 1.033 pasien yang masih aktif (positif Covid-19), maka di luar masih ada seribuan lebih yang positif. Di luar ada 1,2 dikalikan 1.033 orang yang positif belum tertangkap,’’ sebut Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Kamis, 21 Januari 2021.

Sebanyak 1.033 kasus aktif Covid-19 di NTB tersebar di Kota Mataram sebanyak 168 orang, Lombok Barat 62 orang, Lombok Tengah 45 orang, Lombok Utara 5 orang. Lombok Timur 65 orang, Sumbawa Barat 41 orang, Sumbawa 204 orang, Dompu 53 orang, Bima 82 orang dan Kota Bima 143 orang. Kemudian WNA 3 orang dan warga luar NTB sebanyak 162 orang.

Untuk mencegah penularan yang tidak terkendali dari 1.239 orang yang positif Covid-19 belum ditemukan. Maka tracing, testing dan treatment (3T) harus dimaksimalkan.

‘’Kita tak bisa treatment karena ndak ada testing. Kita tak bisa testing kalau tak ada tracing. Tracing ini yang sekarang mau kita galakkan betul,’’ kata mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini.

Eka mengatakan, peningkatan kasus baru di NTB juga terjadi secara nasional. Penularan sudah tak terkendali jika tidak dilakukan perubahan penanganan. Ia menjelaskan, Covid-19 adalah penyakit dengan inangnya manusia.

Penularan agak sulit dilakukan karena harus  mengendalikan manusia. Jika seperti penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang  inangnya adalah nyamuk. Maka bisa cepat dikendalikan dengan melakukan fogging.

‘’Pengendalian manusia itu seperti pengendalian prilaku, pergerakan orang. Besok Pak Sekda sudah mengundang, koordinasi dengan kabupaten/kota. Membuat perencanaan baru untuk mengatasi masalah ini,’’ kata Eka.

Ia menyebutkan, saat ini ada empat kabupaten/kota di Pulau Sumbawa yang berubah menjadi zona merah Covid-19. Yaitu, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima. Sedangkan Sumbawa Barat masuk zona oranye.

Sedangkan di Pulau Lombok, ada tiga kabupaten yang masuk zona oranye, yaitu Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Timur. Sedangkan dua kabupaten, yaitu Lombok Tengah dan Lombok Utara, masuk zona kuning.

Meskipun Lombok Tengah dan Lombok Utara berada di zona kuning Covid-19, Eka mengatakan dua daerah tersebut harus tetap waspada. Karena merupakan daerah tujuan kunjungan wisatawan.

‘’Makanya diingatkan kepada Kepala Dinas Kesehatan, begitu ada kasus, tracingnya harus serius. Karena ini daerah dengan kunjungan terbanyak di NTB. Dan risikonya pelaku perjalanan mulai naik, yang membawa,’’ tandasnya.

Sementara, Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., mengatakan dengan melihat peta penularan Covid-19 saat ini. Maka persoalan penularan Covid-19 semakin serius. ‘’Karena seriusnya masalah ini, kita tidak spekulasi. Lakukan yang terbaik. Tiga pilar bergerak, TNI, Polri dan Pemda. Komitmen kita tetap tinggi,’’ katanya.

Mengenai penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Sumbawa dengan melihat peta penularan empat daerah zona merah. Wakil Ketua Satgas Covid-19 Provinsi NTB ini mengatakan, hal inilah yang akan dibahas dalam rapat koordinasi, Jumat, 22 Januari 2021.

‘’Itulah yang besok (hari ini) mau kita rapatkan, koordinasikan. Dengan memberikan fakta-fakta seperti ini,’’ terangnya.

Melihat daerah yang masuk zona merah semakin bertambah, Gita mengatakan pembelajaran tatap muka akan kembali dievaluasi. Karena sekarang mulai muncul klaster pendidikan. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional