Empat Calon PMI Ilegal Gagal Berangkat ke Abu Dhabi

Kepala UPT BP2MI di Mataram, Abri Danar Prabawa memberikan pengarahan kepada empat CPMI yang gagal diberangkatkan, sebelum dikembalikan kepada keluarganya.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) -Sebanyak empat Calon Pekerja Migrant Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Sumbawa berhasil digagalkan berangkat ke Abu Dhabi melalui Bandara Internasional Lombok secara tidak prosedur (ilegal). Penggagalan ini dilakukan setelah adanya pengaduan dari keluarga CPMI melalui KKBM Mapin Kebak, Kabupaten Sumbawa.

Keempat CPMI ini berdasarkan laporan yang dibuat UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Mataram, masing-masing Sukmawati dari Dusun Srinan Desa Mapin Rea Kecamatan Alas Barat, Elisa dari Dusun Sepayung Luar RT 3 RW 1 Desa Sepayung Kecamatan Plampang. Dewi Wardani dari Dusun Bukit Kembang RT 4 RW 4 Desa Pamasar Kecamatan Maronge dan Subaidah Dusun Lekong Rawa RT 5 RW 3 Desa Lekong Kecamatan Alas Barat.

Iklan

Kronologis penggagalan, seperti yang disampaikan Kepala UPT BP2MI di Mataram, Abri Danar Prabawa kepada Suara NTB, Selasa, 23 Februari 2021, bahwa pada Senin, 22 Februari 2021, UPT BP2MI Mataram telah melakukan koordinasi dengan KP3 Bandara Internasional Lombok untuk menindaklanjuti pengaduan pihak keluarga dengan melakukan pencegahan keberangkatan 4 CPMI tersebut.

Selanjutnya, petugas Helpdesk UPT BP2MI Mataram bersama KP3 Bandara Internasional Lombok telah mengamankan keempat CPMI yang berada di ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional Lombok dan telah siap untuk terbang menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Keempat CPMI tersebut kemudian dibawa ke kantor UPT BP2MI Mataram guna dimintai keterangan terkait proses keberangkatannya dan kemungkinan adanya pihak-pihak yang memfasilitasi keberangkatannya.

Dari penjelasan CPMI, rencananya mereka akan diberangkatkan untuk bekerja sebagai PLRT ke Abu Dhabi dengan difasilitasi oleh sponsor/calo inisial HD. Pihak sponsor juga menginformasikan kepada para CPMI, bahwa proses keberangkatannya tersebut melalui jalur resmi/prosedural. Pihak sponsor juga memberikan uang saku kepada para CPMI sampai dengan Rp7 juta.

Abri menambahkan, UPT BP2MI Mataram telah berkoordinasi dengan Disnakertrans Kabupaten Sumbawa Polres Sumbawa terkait penindakan hukum bagi pelaku pemberangkatan keempat CPMI tersebut. Saat ini, para CPMI ditampung sementara di Shelter UPT BP2MI Mataram sebelum diserahkan kepada pihak keluarganya.

Hari ini keempatnya telah dipulangkan ke Sumbawa dengan didampingi pihak keluarga. Diinformasikan juga bahwa para CPMI dan pihak keluarga telah mendapatkan pembinaan untuk usaha produktif. Atau kita siapkan kompetensinya sebelum berangkat lagi secara resmi keluar negeri , ujarnya. UPT BP2MI Mataram akan terus berkomitmen dalam penindakan hukum bagi pelaku (sponsor) pemberangkatan CPMI bekerjasama dengan Polres Sumbawa dan Polda NTB.

Apalagi dalam kondisi pandemi ini, pemberangkatan ke luar negeri sangat terbatas. Apalagi belum dibukanya moratorium pengiriman CPMI ke Timur Tengah. Kita masih lakukan pendalaman, sponsor lokalnya bekerjasama dengan siapa. CPMI ini menjadi korban. Kita lindungi. Kepada calonya, proses hukum harus tetap berjalan, ujarnya. Berdasarkan pasal 69 Undang Undang No. 18 tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, penempatan melalui orang perseorangan itu dilarang dan termasuk dalam pidana penempatan.

Pasal 69 orang perseorangan dilarang melaksanakan penempatan Pekerja Migran Indonesia. Jika seseorang menempatkan buruh migran Indonesia tanpa badan hukum (Perseoran Terbatas) dan Surat Ijin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (SIP3MI) yang diterbitkan oleh Menteri Ketenagakerjaan, maka akan dipidana penjara paling banyak 10 tahun, atau denda paling banyak Rp15 miliar.

Sementara pasal 81 mengatur, orang perseorangan yang melaksanakan penempatan Pekerja Migran Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional