Empat Bapaslon Gagal Melaju sebagai Peserta Pilkada

Mars Ansori Wijaya. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dari enam bakal pasangan calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dari jalur perseorangan yang melakukan perbaikan dukungan pada pilkada serentak 2020 di Provinsi NTB. Diketahui hanya dua bakal pasangan calon yang diterima KPU.

Sekretaris KPU Provinsi NTB, Mars Ansori Wijaya yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 29 Juli 2020 kemarin membenarkan hal tersebut. Dari rekapan hasil pantauan KPU Provinsi NTB, dua bapaslon perseorangan itulah kemudian akan dilakukan verifikasi terhadap dukungan perbaikan yang diserahkan.

Iklan

Mars Ansori menyebutkan dua Bapaslon perseorangan yang diterima dukungan perbaikannya yakni pertama pasangan Dianul Hayezi dan H. Badrun Nadianto di Pilkada Kota Mataram. Jumlah dukungan Pasangan Dianul Hayezi dan H. Badrun Nadianto yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) oleh KPU Kota Mataram sebanyak 53.956 atau melebihi dari jumlah dukungan minimal yang harus diserahkan sebanyak 45.988.

“Pasangan kedua yang diterima itu H. L. Saswadi dan H. Dahrun di Pilkada Lombok Tengah. Jumlah dukungan Pasangan Saswadi-Dahrun yang dinyatakan MS oleh KPU Lombok Tengah sebanyak 47.770 atau melebihi dari jumlah dukungan minimal yang harus diserahkan sebanyak 43.894,” ujarnya.

Sedangkan empat bapaslon perseorangan dipastikan gagal melaju sebagai kontestan Pilkada serentak 2020 karena mereka tidak memenuhi syarat jumlah dukungan dalam masa perbaikan tersebut. Dari empat bapaslon perseorangan tersebut, tiga dinyatakan ditolak dan satu bapaslon tidak menyerahkan dukungan perbaikan.

“Pasangan pertama yang ditolak dukungannya oleh KPU yakni H. L. Moh. Amin dan TGH. L. Farhan RM di Lombok Tengah. Jumlah dukungan Pasangan Moh. Amin- L. Farhan RM yang dinyatakan MS oleh KPU Lombok Tengah sebanyak 50.399 atau kurang dari jumlah dukungan minimal yang harus diserahkan sebanyak 88.560,” sebut Ansori Wijaya.

Kemudian pasangan kedua yang ditolak yakni Mansyur – Aris Ansary di Pilkada Dompu. Jumlah dukungan Pasangan Mansyur dan Aris Ansary yang dinyatakan MS oleh KPU Dompu sebanyak 14.747 atau kurang dari jumlah dukungan minimal yang harus diserahkan sebanyak 15.944.

Kemudian Pasangan ketiga yakni Ruslan H. Ismail dan Syarimin Puasa di Pilkada Bima. Jumlah dukungan Pasangan Ruslan H. Ismail dan Syarimin Puasa yang dinyatakan MS oleh KPU Bima sebanyak 0 (kosong) dukungan atau kurang dari dari jumlah dukungan minimal yang harus diserahkan sebanyak 28.194.

“Secara rinci alasan ditolaknya perbaikan dukungan pasangan Ruslan H. Ismail dan Syarimin Puasa, karena dokumen tidak lengkap. B1.1-KWK hanya ditandatangani oleh Bakal Calon Wakil Bupati dan tidak bermeterai, perbaikan kurang dari jumlah dukungan perbaikan, dan Silon belum terpenuhi jumlah dukungan perbaikan,” jelas Ansori Wijaya.

Sedangkan H. Rasyidi dan H. Sudirman di Pilkada Sumbawa batal menyerahkan dukungan perbaikannya, alias tidak menyerahkan ke KPU. Pasangan ini seharusnya menyerahkan dukungan perbaikan minimal 13.932. Akan tetapi sampai batas waktu penyerahan tanggal 27 Juli, pasangan ini tidak menyerahkan dukungan perbaikannya ke KPU.

“Pasangan ini hadir di Kantor KPU Sumbawa, namun tidak membawa berkas dukungan perbaikan lengkap dan tidak mengisi buku register kehadiran, sehingga dinyatakan tidak menyerahkan dukungan perbaikan,” ungkap Ansori Wijaya.

Dukungan perbaikan Bapaslon perseorangan yang dinyatakan diterima selanjutnya akan di veririfikasi administrasi dari pada tanggal27 Juli – 4 Agustus 2020. Kemudian dilanjutkan ketahap verifikasi faktual dan baru akan diplenokan apakah dinyatakan memenuhi syarat atau tidak untuk bisa mendaftar sebagai calon di KPU pada awal September mendatang. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here