Emergency Service Imigrasi Mataram Layani Paspor Pasien

Mataram (Suara NTB) – Layanan paspor emergency service Kantor Imigrasi Kelas I Mataram mulai dirasakan masyarakat. Pasien sakit berat tidak perlu mendatangi kantor imigrasi untuk mengurus paspor. Sebaliknya, petugas imigrasi yang mendatangi pemohon paspor tersebut.  Lebihnya lagi, tanpa ada biaya tambahan.

Firad Pariska merasa lega. Perjalanan ayahandanya ke Singapura untuk berobat bakal lancar. Sebab, walaupun terbaring di rumah sakit, ayahandanya tetap bisa mengurus perpanjangan paspor.

Iklan

Ayahandanya, Muhammad Said Musanip perlu dirujuk ke RS Mount Elizabeth, Singapura pada Minggu, 1 Juli 2018. Dia berkejaran dengan waktu. Sementara ayahnya yang perlu paspor kondisinya tidak mendukung untuk mengurus paspor ke kantor imigrasi.

Firad lalu menggunakan layanan Emergency Service pengurusan paspor. Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Mataram mendatangi ayahandanya langsung ke kamar perawatan di RS Risa Sentra Medika, Jumat, 29 Juni 2018.

Petugas membawa sejumlah peralatan, seperti kamera dan sidik jari untuk kelengkapan syarat pembuatan paspor. Pemohon paspor, Musanip diambil sidik jari dan foto wajahnya dari tempat tidur. Tak sampai 10 menit proses tersebut usai.

“Bapak kan lemas, tidak bisa keluar. Jadi kita pakai emergency service ini,” ujar warga Sekarbela, Mataram ini.

Menurutnya, layanan itu memudahkannya di kala sedang mengalami musibah. Apalagi ayahnya dikejar waktu sejak diputuskan untuk dirujuk ke Singapura.

“Ini sangat membantu di saat genting, di saat kita sangat memerlukan. Semoga layanan ini bisa terus bermanfaat,” kata Firad.

Kasubsi Penentuan Status Keimigrasian Mas Djoko Ardyanto Wibowo menjelaskan, layanan emergency service diperuntukkan bagi pemohon paspor yang sedang sakit berat.

“Bagi pasien yang keadaan fisiknya, kondisi tubuhnya tidak mendukung, kami petugas imigrasi yang turun mendatangi pemohon paspor,” terangnya. Terlebih dulu pihak keluarga menyerahkan berkas persyaratan untuk diverifikasi.

“Kalau ini foto sidik jarinya pagi, paling tidak sore atau besok pagi, (Sabtu 30 Juni 2018) jadi. Paspornya diantarakan. Layanan ini tidak ada biaya tambahan selain PNBP,” tutup Djoko. (why)