Embung dan Bendungan di Dompu Menyusut

Dompu (Suara NTB) – Dampak kekeringan yang melanda Kabupaten Dompu tahun 2016 baru terasa di wilayah Kecamatan Manggelewa dan Kilo. Sementara di wilayah lain tidak separah di dua kecamatan tersebut yang sampai kering pada embung dan bendungannya. Kendati demikian, petani juga dihimbau untuk selalu mengikuti pola tanam pada musim tanam ketiga.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kabupaten Dompu, Aris Ansyari, ST, MT kepada Suara NTB di Dompu, Rabu, 14 September 2016 mengatakan, ancaman kekeringan untuk wilayah Kecamatan Manggelewa dan Kilo sudah diperingati BMKG. Peringatan ini juga sesuai dengan kondisi di lapangan. Beberapa embung dan bendungan yang dimiliki di Kecamatan Manggelewa serta Kilo, debit airnya sudah sangat kecil. “Di Manggelewa dan Kilo itu sesuai dengan peringatan BMKG,” katanya.

Iklan

Untuk wilayah lain seperti Pajo dan Huu, kata Aris Ansyari, belum terlalu terkena dampak kekeringan seperti halnya di wilayah Manggelewa dan Kilo. Begitu juga dengan wilayah Kempo, Pekat, Woja dan Dompu. “Di Laju, Di Katua, dan Di Rababaka airnya masih cukup tersedia. Bahkan petani di beberapa tempat karena airnya masih cukup, mereka kembali menanam padi,” terangnya.

Ia pun mengatakan, para petani kita di Dompu saat ini cukup paham dengan kondisi iklim yang terjadi. Mereka yang sudah panen padi lebih awal untuk musim tanam kedua, mereka memilih kembali menanam palawija. Tapi yang terlambat panen, mereka lebih memilih mengosongkan lahan. “Kalau mereka paksakan tanam, akan berbenturan dengan murim hujan,” katanya.

Tapi Aris mengingatkan, petani untuk tetap berkoordinasi dengan pengaman dan penyuluh. Karena pengairan hanya mengatur soal ketersediaan air baku. Jangan sampai petani tergiur dengan air baku di permukaan. Pada musim kemarau, kondisi air tanah sudah menurun dan ada rongga kosong yang cukup dalam. “Ketika disiram, akan tetap terlihat gersang,” jelasnya. (ula)