Elpiji Lampaui HET, Disperindak akan Tertibkan Pangkalan Nakal

Harga tabung gas LPG 3 Kg di Dompu, jauh di atas HET Rp16.500, Senin, 21 Desember 2020.(Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Dompu, menyadari harga penjualan LPG 3 Kg jauh diatas HET Rp16.500. Pada tingkat pangkalan misalnya, paling rendah dijual Rp18-Rp20 ribu, sementara untuk pengecer bisa tembus Rp22-Rp25 ribu.

Menyikapi fakta lapangan yang sudah meresakan masyarakat itu, mereka berencana mengambil langkah penertiban untuk setiap pangkalan nakal. Demikian Tegas Kadisperindag Dompu, Hj. Sri Suzana, M. Si., saat dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 21 Desember 2020. “Nanti kita akan turun untuk melakukan penertiban, terutama untuk pangkalan nakal,” terangnya.

Sebagaimana ketetapan pemerintah, HET untuk barang subsidi ini Rp16.500. Kalaupun ada perubahan karena biaya transportasi pengangkutan, mestinya kenaikan hanya diperbolehkan sampai Rp18.000, itupun pada tingkat pengecer. Sementara pangkalan tidak diperkenankan mematok harga yang demikian, apalagi titik operasionalnya masih berada di wilayah kota.

Informasi harga LPG diatas HET, menurut dia, bukan persoalan baru di daerah ini. Hanya saja, pihaknya kesulitan membuktikan lantaran banyak dari pangkalan yang mengenal petugas sewaktu proses identifikasi lapangan. Meski begitu, komitmennya masalah ini akan segera diungkap, sekaligus menindak setiap oknum pangkalan atau pengecer yang kedapatan memainkan harga untuk keuntungan pribadi. “Nanti kita akan tertibakan, tidak ada alasan lagi bagi pangkalan atau pengecer untuk menjual LPG diatas harga ketentuan,” tegasnya.

Dikatakan Sri Suzana, permainan harga barang subsidi ini wajar terjadi, selain karena merupakan barang baru di daerah, juga para pengusaha belum pernah ditertibkan. Untuk itu, mengingat kedepan LPG akan menjadi kebutuhan mendasar setiap kepala rumah tangga, tidak ada alasan bagi siapapun untuk mematok harga semaunya, baik distributor, pangkalan maupun pengecer. “Kedepan kita akan upayakan untuk pendekatan pelayanan, jadi tidak ada ruang untuk mereka mempermainkan harga,” pungkasnya. (jun)