Elemen Pemuda NTB Dukung Sikap Fahri Hamzah

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah elemen pemuda asal NTB di Jakarta memberikan dukungannya atas sikap Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, yang mengesahkan keputusan hak angket untuk KPK.

“Kami melihat apa yang dilakukan Fahri Hamzah selama ini adalah dalam rangka mengawal jalannya pemerintahan agar berjalan dengan baik,” ujar Ketua Aliansi Pemuda NTB – Jakarta, Dian Sandi Utama dalam rilis yang diterima redaksi suarantb.com, Sabtu, 29 April 2017.

Iklan

Dian menegaskan, terkait hak angket DPR kali ini, pihaknya berpendapat bahwa hak angket itu perlu manakala dirasakan ada suatu kekeliruan pada pelaksanaan undang-undang, menyangkut kebijakan pemerintah. Tujuannya tentu untuk memastikan agar kebijakan tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dian mengakui bahwa pro-kontra terhadap keputusan DPR RI ini pasti akan merebak. “Sempat pula kemarin saya membaca di laman salah satu media online ada yang sampai mengutuk Fahri Hamzah, mereka juga ingin menggalang dukungan untuk mencabut hak politik beliau di NTB. Menurut kami pernyataan itu sangat berbahaya!”

Pernyataan yang dimaksud Dian adalah pernyataan Sekjen Fitra NTB, Ervyn Kaffah yang mengecam sikap Fahri sebagai yang terdepan dalam mendukung hak angket untuk KPK.

Dian mengingatkan semua pihak bahwa Fahri Hamzah adalah Anggota DPR dengan suara terbanyak di Dapil NTB. Menurutnya, dengan kalimat “mengajak” orang lain maka akan sangat mungkin berpotensi terjadi benturan antar masyarakat yang saat ini mendukung Fahri Hamzah.

“Kami ini sayang terhadap lembaga KPK, tapi kami juga tidak mau menutup mata bahwa sebenarnya kita semua mengetahui ada masalah di dalamnya selama ini, kita lihat saja seperti tahun-tahun sebelumnya dimana LHP BPK menemukan beberapa catatan ketidakpatuhan KPK terhadap UU atau beberapa waktu yang lalu sempat ada kasus indikasi kebocoran Sprindik, BAP untuk kesekian kalinya,” beber Dian.

Selain itu, Dian juga menyebutkan adanya isu tebang pilih dan lain-lain. “Hal-hal seperti ini kan harus diselidiki, ‘ada apa?’ itulah alasan kami mendukung Hak angket ini untuk digulirkan. Agar kami juga bisa melihat, apa sebenar-benarnya yang terjadi di dalam KPK itu sendiri. Kami berfikir positif saja bahwa DPR ingin hukum ini digunakan dengan benar tanpa melanggar prinsip-prinsip dasar penegakan hukum dan HAM yang berlaku.”

Dian juga mengimbau, sebaiknya semua pihak mendukung langkah DPR terhadap hak angket tersebut untuk memandang hak angket sebagai upaya penguatan dan pembenahan KPK. Tujuannya agar sistem pemberantasan korupsi lebih komprehensif, profesional dan efektif. “Agar kedepannya KPK mampu menjadi sebuah lembaga yang terencana, sistematis, sinergis dan terukur serta bersifat independen bebas dari intervensi pihak manapun.”

“Pada prinsipnya kami mendukung hak angket DPR terhadap KPK dengan tetap mengajak masyarakat untuk mengawal prosesnya,” tandas Dian.

Menanggapi ini, Ervyn menjelaskan bahwa pernyataan Fitra adalah bentuk imbauan keras kepada Fahri sebagai wakil rakyat dari DAPIL NTB. “Ada 5 juta lebih warga yang memiliki hak pilih di NTB, yang tidak semuanya setuju dengan langkah sepihak Bung FH mengetik palu untuk memutuskan Hak Angket DPR terhadap KPK untuk membuka rekaman pemeriksaan Tersangka Kasus KTP-el, Miryam yang kini buron,” ujar Ervyn.

Ervyn berharap Fahri bisa lebih bijak dalam manuver politiknya, dengan mempertimbangkan martabat orang NTB secara keseluruhan.

“Ketimbang sibuk mendorong Hak Angket, yang dapat dipersepsikan sebagai upaya mengintervensi penegakan hukum oleh KPK, sebagai warga NTB, kami menyarankan Bung FH, Wakil Ketua DPR RI lebih baik fokus memperbaiki proses budgetting di DPR yang selama ini terus memproduksi masalah, berupa praktek KKN dalam proses penyusunan anggaran.”

Ervyn memuji sikap Fraksi PKS DPR RI yang tidak gegabah memutuskan mendukung atau menolak Hak Angket DPR terhadap KPK. Secara tegas, ujarnya, Fraksi PKS telah menyatakan sikap Fahri mendukung Angket DPR tersebut bukanlah representasi sikap partai. “Jelas, bahwa yang menandatangani Angket dari PKS hanya FH sendirian saja,” tegas Ervyn. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here