Elemen Mahasiswa Mataram Galang Dukungan Tolak Sekolah Sehari Penuh

Mataram (suarantb.com) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy yang melontarkan gagasan Sekolah Sehari Penuh atau Full Day School untuk tingkat SD dan SMP mendapat penolakan banyak pihak, salah satunya elemen mahasiswa yang tergabung dalam  Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Mataram.

Gagasan yang dilontarkan Muhadjir yang baru dua pekan menjabat Mendikbud ditolak FMN. Sedikitnya terdapat tiga alasan FMN Cabang Mataram menolak gagasan tersebut. Pertama, peserta didik tidak memiliki waktu banyak untuk berinteraksi bersama keluarganya. Kedua, peserta didik tidak dapat mengenal alam dan mengurangi waktu bermainnya, karena pada sesungguhnya peserta didik dalam usia pendidikan dasar masih butuh bermain besama alam dan teman sebayanya.

Iklan

Kemudian yang terakhir, jika kebijakan ini dilaksanakan maka ruang dan waktu untuk belajar di lingkungan sosial akan sangat sedikit. Hal semacam inilah yang akan membuat peserta didik bisa tumbuh menjadi orang yang berwatak individualistis. Jika orientasi kebijakan yang akan dikeluarkan tersebut mengarah ke sana (Sekolah Sehari Penuh) maka sangat berbahaya bagi peserta didik.

Menurut FMN Cabang Mataram, pendidikan yang sesungguhnya dibutuhkan oleh peserta didik adalah pendidikan yang  yang nyaman dan aman, pendidikan yang berguna dan membentuk karakter kolektif, demokratis, dan bersosial. Sehingga dari pernyataan sikapnya, FMN menuntut tiga poin pada pemerintah untuk direalisasikan, yakni menolak sekolah seharian penuh, menolak pendidikan yang berorientasi kepada karakter individualisme dan wujudkan pendidikan yang berkarakter kolektif, demokratis, dan bersosial.

Pimpinan FMN Cabang Mataram, Zul Harmawadi saat dihubungi suarantb.com mengatakan FMN Cabang Mataram sejak kemarin telah menggalang dukungan pada setiap sekolah dalam bentuk pernyataan sikap untuk menolak sekolah seharian penuh.

“Kita kemarin telah menggalang dukungan pada setiap sekolah di Mataram. Sebagian besar guru-guru menolak sekolah seharian penuh,” ujarnya saat dihubungi, Minggu, 14 Agustus 2016.

“Ke depannya kita akan menarik dukungan lagi dan nanti rencanannya akan aksi ke Dikpora NTB,” tambahnya. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here