Eksportir Perikanan Minta Penerbangan Internasional Ditambah

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si saat meninjau ikan yang akan diekspor di UD. Dahlia Labuan Lombok. (Suara NTB/bul)

Selong (Suara NTB) – Penerbangan internasional langsung dari dan ke Lombok menjadi salah satu semangat bagi para eksportir lokal. Karena itu, penerbangan internasional yang ada saat ini diharapkan dapat diperbanyak ke berbagai negara. Harapan ini disampaikan salah satu eksportir perikanan di Labuan Lombok, Kabupaten Lombok Timur kepada Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si dan rombongan Bidang Perdagangan Luar Negeri.

Kunjungan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Rabu, 8 Januari 2020 kemarin untuk menyemangati para eksportir lokal memanfaatkan kemudahan syarat ekspor yang disiapkan pemerintah didaerah. “Mudahan dengan adanya MotoGP di Lombok, akan lebih banyak terbuka penerbangan langsung internasional,” kata Affan Shammak, pemilik UD. Dahlia Group. UD. Dahlia adalah perusahaan pengumpul hasil perikanan tangkap yang mendarat di Labuan Lombok. Perusahaan ini eksis sejak tahun 1999. Beberapa jenis ikan karang yang diekspor diantaranya, Krapu, Tengiri, Kakap. Termasuk gurita, kepiting, dan lobster.

Iklan

Ekspor dilakukan melalui Bali dan Jakarta. Tentu atas nama Bali dan Jakarta, meskipun ikan hasil tangkapan yang mendarat di Lombok. Beberapa negara yang menjadi tujuan utama ekspornya adalah Taiwan, Hongkong dan Singapura. Affan mengaku belum mengetahui pemerintah daerah memberikan kemudahan-kemudahan syarat ekspor, menggunakan nama NTB sendiri. Hal itu dipertegas kembali. Meski begitu, UD . Dahlia telah dua kali mengekspor menggunakan SKA NTB.

Ekspor dari daerah lain salah satunya karena adanya penerbangan langsung, misalnya dari Bali ke berbagai negara. Sebab ekspor dilakukan menggunakan kargo pesawat. Termasuk yang ke Taiwan, dari Lombok menggunakan penerbangan langsung ke Malaysia (transit). Memakan waktu hingga 22 jam sampai ke tujuan ekspor. Sementara jika melalui Bali, penerbangan langsung membutuhkan waktu hanya 4,5 jam sampai ke Taiwan. Keadaan ikan yang diekspor masih sangat segar.

Seyogianya, bila ada penerbangan langsung dari Lombok ke beberapa negara tujuan utama ekpor ini, masa pengiriman ikan lebih diefisiensi lagi. Tentunya juga akan berdampak kepada efisiensi biaya ekspor. UD. Dahlia melakukan ekspor setiap hari. Ekspor bisa mencapai 1 ton sehari. Paling minim 300 Kg. Tergantung cuaca dan hasil tangkapan nelayan mitranya. Rata-rata, jenis ikan yang diekspor adalah ikan-ikan hasil tangkapan dengan kualitas terbaik.

Karena itu, selain tiga negara yang menjadi tujuan ekpsor, salah satu buyer dari Amerika Serikat dalam waktu dekat ini akan melakukan kunjungan. rencananya ingin melakukan kemitraan untuk permintaan kepiting, kerang dan tuna. “Kita juga masih terkendala biaya kargo yang tinggi. Kalau ada penerbangan langsung dari sini, mungkin bisa ditekan biayanya,” demikian Affan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si menyebut masih minim para eksportir menggunakan SKA NTB. Baik pengusaha perikanan, maupun komoditas lainnya. Padahal, Dinas Perdagangan telah menyiapkan kemudahan-kemudahan dokumen ekspor tanpa biaya. Bahkan dapat diakses melalui online.

Karena itu, NTB ingin seluruh pengusaha yang potensial ekspor dapat menggunakan SKA NTB. Dengan mendukung kenaikan ekspor non tambang, neraca ekspor NTB akan naik dan berpotensi pemerintah pusat memberikan insentif yang lebih besar ke daerah. “Untuk ekspor perikanan sudah ada Bali Seafood yang menggunakan SKA NTB, termasuk UD. Dahlia. Dan PT. Bintang Agro untuk manggis. Semakin besar nilai ekspor kita, semakin besar perhatian pemerintah pusat,” demikian Hj. Selly. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional