Eksportir Mengeluh, Pesanan Luar Negeri Anjlok

Anhar Tohri (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Ekonomi global belum membaik. Dampaknya dirasakan oleh para eksportir. Dalam beberapa bulan terakhir, pesanan dari luar negeri anjlok. Untuk seluruh jenis kerajinan. Keadaan diperparah lagi dengan merebaknya wabah virus Corona yang mengancam seluruh negara di dunia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Eksportir (Apex) Provinsi NTB, H. Anhar Tohri mengatakan, pesanan kerajinan kayu dari Timur Tengah yang seyogiyanya akan dipenuhi, sementara ini diminta dihentikan. Dalam empat bulan terakhir ini, rata-rata para eksportitr di Lombok tidak mendapatkan pesanan dari luar negeri. bahasanya, eksportir tengah gigit jari. “Dampak ekonomi global ini sangat lesu. Ditambah corona yang dampaknya ke mana-mana. Semua distop,” kata H. Anhar kepada Suara NTB, Jumat, 28 Februari 2020.

Iklan

Jikapun ada kiriman ke luar negeri, menurutnya hanya untuk memenuhi pesanan yang sudah masuk empat bulan lalu. Karena sepinya permintaan luar negeri ini, aktivitas produksi bagi seluruh perajin terhenti sementara. Pekerja dihentikan sementara sampai situasi kembali pulih. “Apa mau dikerjakan. Tidak ada pesanan. Dalam dua bulan ke depan belum ada gambaran yang pasti tentang pemulihan situasi,” ujarnya.

Anhar mengatakan, NTB sendiri mendapat banyak pukulan. Dimulai dari gempa tahun 2018 lalu, kemudian kelesuan ekonomi, dan terakhir terkait corona yang membuat aktivitas ekonomi dunia melambat. Tidak ada pilihan para pengusaha sementara ini, selain menyandarkan harapan kepada pemerintah. Menurutnya, pemerintahlah yang paling besar perannya untuk membuka kembali jaringan pasar luar negeri dalam situasi ini dan mendukung kegiatan-kegiatan pameran. Baik pameran dalam luar negeri, bahkan luar negeri.

Kementerian Koperasi pada awal Maret 2020 ini akan mengumpulkan ratusan UMKM di Mataram dan Lombok Timur. Salah satunya untuk mengevaluasi dampak gempa pada semester II tahun 2018 lalu. Kendati dalam situasi seperti ini, masih ada harapan pemulihan ekonomi bagi eksportir. Setelah adanya kebijakan dari pemerintah pusat untuk memberikan diskon harga tiket pesawat dan pembebasan pajak-pajak kepada hotel dan restoran dalam beberapa bulan ke depan. “Kita akan manfaatkan keringanan pajak dan diskon-diskon dari pemerintah ini untuk dipromosikan ke jaringan-jaringan yang ada di luar negeri. ke Dubai, Abu Dhabi, Jeddah dan Maroko. Ini salah satu harapan kita,” demikian H. Anhar Tohri. (bul)