Ekspor NTB Masih Terjaga

H. Fathurrahman (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Aktivitas ekspor beberapa produk NTB relatif masih stabil. Bahkan dalam situasi pandemi virus Corona (Covid-19), pemenuhan kuota ekspor ke beberapa negara dapat dilakukan dengan lancar.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si menerangkan, sampai dengan Mei pihaknya mencatat nilai ekspor NTB mencapai 4 juta dolar Amerika. ‘’Kondisinya tidak stagnan, tapi nilai ekspor kita masih dalam tahap progresnya ada (stabil),’’ ujarnya, Kamis, 11 Juni 2020.

Iklan

Beberapa kendala memang terjadi pada ekspor NTB. Diantaranya beberapa eksportir yang tidak melakukan aktivitas lagi karena adanya kendala produksi.

Dicontohkannya seperti PT. Balai Seafood yang terpaksa tutup sementara lantaran adanya persoalan internal. Sehingga ekspor komoditi perikanan sempat mengalami penundaan, mengingat perusahaan tersebut terbilang cukup mendominasi ekspor ikan NTB.

‘’Kita sedang melakukan monitoring dengan para pengusaha yang aktif melakukan ekspor dan kita pantau. Tapi memang ada beberapa (tidak eskpor lagi) karena mereka tidak bisa melakukan operasional,’’ jelas Fathurrahman.

Diterangkan, dengan tidak beroperasinya perusahaan tersebut memang menimbulkan beberapa kendala. Kendati demikian, perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama disebut masih dapat menopang aktivitas ekspor NTB.

‘’Seperti perusahaan Panorama Alam yang mempunyai katagori sama (di bidang perikanan), yaitu bubuk ikan. Termasuk juga PT. Anugerah, ekspor komoditi sama yakni udang Vanamei,’’ jelasnya.

Di tengan pandemi yang berlangsung, Fathurrahman menyebut pihaknya akan terus menggenjot ekspor NTB agar bisa stabil atau bahkan meningkat. Dicontohkan seperti potensi ekspor bidang perikanan untuk lobster.  ‘’Kita harapkan di bulan-bulan berikutnya ada yang bisa dilakukan kerjasama ekspor, agar semakin naik eskpor NTB,’’ ujarnya.

Di sisi lain, ada juga beberapa komoditi yang menjadi perhatian karena mengalami kendala akibat pandemi Covid-19. Dicontohkan seperti ekspor jagung yang terhambat karena menurunnya kebutuhan pakan.

Padahal produksi jagung NTB cukup tinggi dan memiliki potensi besar untuk dikirim ke luar negeri. ‘’Dua tahun lalu jagung ini menjadi primadona karena memang dipergunakan pakan ternak. Tapi karena Covid-19 itu yang paling berpengaruh,’’ ujarnya.

Menurut Fathurrahman, beberapa negara tujuan ekspor NTB yang masih aktif sampai saat ini adalah  Israel, Australia, China, Jepang, Inggris dan Jerman. Negara-negara tersebut seluruhnya sudah menerima pengiriman komoditas ekspor NTB untuk memenuhi kuota sesuai MOU yang dibuat.

Selain itu, beberapa upaya juga diakukan untuk meningkatkan kapasitas ekspor. Diantaranya gelaran misi dagang di Jawa Timur beberapa waktu lalu. “Jadi beberapa produk, termasuk produk VCO (minyak kelapa-red) itu yang sangat diminati. Kemudian ada produk-produk memang selalu menjadi andalan kita, seperti kopi dan kerajinan yang masih juga mendominasi,’’ pungkasnya. (bay)