Ekspor Non Tambang Memberi Harapan

H. Fathurrahman. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Ekspor komoditas non tambang sudah memberi harapan, di luar ekspor hasil pertambangan berupa konsentrat yang berjaya di masa pandemi Covid-19. Tahun 2020 lalu, nilai ekspor non tambang NTB mencapai 8,9 juta Dolar Amerika Serikat. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si. Nilai ini meski tak mengalami kenaikan signifikan, tetapi sudah cukup menyenangkan di tengah kondisi ekonomi global seperti ini karena corona.

“Kalau ditambah dengan ekspor komoditas tambang, nilai ekspor NTB mencapai 586 juta Dolar Amerika Serikat,” jelas Fathurrahman di Mataram, Selasa, 2 Maret 2021. Eskpor komoditas non tambang NTB yang menggeliat adalah kopi. Dikirim ke Korea Selatan. Pangsa pasar terbaru adalah Mesir. Permintaannya adalah kopi yang sudah di mix, kata kepala dinas. Para pegiat kopi tengah mempersiapkan permintaan-permintaan tersebut.

Iklan

Kemudian vanili. Dikirim ke Amerika Serikat. Permintaan vanili dari NTB tinggi karena kualitasnya. Selain itu, tambah Fathurrahman, ada juga rumput laut, mutiara. Untuk kerajinan, ketak yang paling mendominasi. Bahkan permintaan masuk cukup banyak dari Jepang. “Mintanya sudah satu kontainer. UMKM/IKM kita kesulitan memenuhi permintaan yang cukup besar itu. Karena kesulitan di bahan baku,” ujarnya.

Kendati demikian, Pemprov NTB mendorong para pelaku UMKM/IKM untuk membuka potensi-potensi pasar di luar negeri. Pemprov NTB berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan seluruh stakeholders lainnya untuk memfasilitasi pasar-pasar baru. Dalam rangka meningkatkan nilai ekspor komoditas NTB selain hasil tambang.

“Kita juga sudah kirim sampel ke Taipe, sepuluh produk. Matching bisnis ini akan terus kita tingkatkan untuk menggenjot ekspor NTB, terutama komoditas non tambang,” imbuhnya. Dengan menggeliatnya potensi ekspor non tambang ini, kepala dinas juga mengharapkan agar Pelindo III mempersiapkan fasilitas ekspor langsung dari Pelabuhan Gili Mas, di Lembar. Harapannya agar seluruh syarat-syarat ekspor dilakukan satu pintu di Gili Mas.

“Agar tidak lewat pintu-pintu lain mengurus dokumen dan biaya biayanya. Selama ini dari Bali, Surabaya, Jakarta. Kalau bisa ndak perlu lagi lah kita ngirim dari luar daerah,” demikian Fathurrahman. Rilis bulanan terbaru Badan Pusat Statistik, Nilai ekspor Provinsi NTB bulan Januari 2021sebesar US$ 66.651.399, mengalami penurunan sebesar 50,40 persen jika dibandingkan dengan ekspor Bulan Desember 2020 yang bernilai US$ 134.387.173.

Ekspor Bulan Januari 2021yang terbesar ditujukan ke China sebesar 61,76 persen, Jepang sebesar 30,85 persen kemudian disusul Amerika Serikat yaitu sebesar 5,20 persen. Kelompok komoditi sekspor Provinsi NTB yang terbesar pada Bulan Januari 2021 adalah Barang Galian/ Tambang Non Migas sebesar US$ 61.623.408 (92,46 persen), Ikan dan Udang sebesar US$ 3.116.767 (4,68 persen),Perhiasan/Permata senilai US$ 1.112.583 (1,67 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar US$ 331.569 (0,50 persen), serta Buah-buahan sebesar US$ 251.500 (0,38 persen). (bul)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional